Tak Efisien, Fuad Bawazier: Kereta Cepat Jakarta-Bandung Seperti LRT Palembang, Penumpangnya Sepi

Tak Efisien, Fuad Bawazier: Kereta Cepat Jakarta-Bandung Seperti LRT Palembang, Penumpangnya Sepi  - inilah.com

Mantan Menteri Keuangan era Soeharto, Fuad Bawazier mengusulkan agar Presiden Joko Widodo menghentikan pembangunan kereta cepat Jakarta-Bandung yang bikin gaduh.

Alasan Fuad, mega proyek sepur kilat yang merupakan kerja sama Indonesia-China ini, jelas tidak efisien dan menjanjikan dari sisi bisnis dan keuangan.

Lantaran terjadi pembengkakan biaya pembangunan dari Rp86 triliun menjadi Rp114 triliun yang berdampak kepada anggaran. Pasca keputusan Presiden Joko Widodo menelorkan Perpres 93/2021 yang membuka keran APBN membiayai proyek tersebut.

“Ujung-ujungnya rakyat yang rajin mbayar pajak jadi korban. Karenanya harus disetop dulu, lakukan audit menyeluruh. Audit total,” ungkapnya kepada Inilah.com, Selasa malam (12/10/2021).

Baca juga  Pesawat Rimbun Air yang Hilang Kontak Ditemukan, Begini Kondisinya

Selain itu, Fuad mempertanyakan feasibility study (FS) proyek kereta cepat Jakarta-Bandung. Bisa jadi FS-nya dikerjakan asal jadi atau bahkan tipu-tipu agar proyek ini bisa terealisasi. “Itu siapa yang bikin feasibility studinya, harus dikejar,” ungkap dia.

Kalau nekat dilanjutkan, Fuad khawatir, nasib kereta cepat jurusan Jakarta-Bandung sepi penumpang. Seorang analis menyebutkan harga tiket ideal untuk kereta cepat Jakarta-Bandung sebesar Rp1 juta per seat. Atau empat kali lipat ongkos angkutan umum atau travel dengan jurusan sama. 

Kalau ingin murah, pemerintah harus mensubsidi. Tentu saja angkanya bakalan besar. Lagi-lagi merongrong APBN.

Tinggalkan Komentar