Jumat, 07 Oktober 2022
11 Rabi'ul Awwal 1444

Tak Hadiri Undangan Jokowi, Prof Didik Ingatkan Potensi Krisis Keuangan

Kamis, 04 Agu 2022 - 19:16 WIB
Hasil Tes PCR Lambat, Ekonom Senior Ini Gagal Bertemu Presiden Jokowi
Ekonom senior Prof Didik J Rachbini.

Gara-gara hasil tes PCR belum keluar, ekonom senior Prof Didik J Rachbini tak bisa memenuhi undangan Presiden Jokowi di Istana Presiden, Rabu (3/8/2022). Presiden Jokowi ingin mendengar masukan dari para ekonom.

Meski tak hadir adalam acara tersebut, Prof Didik mengatakan, masukan atau kritik terhadap kebijakan ekonomi pemerintah bisa dilakukan di mana saja. “Meskipun saya tidak ikut dalam pertemuan tersebut, tetapi masukan untuk presiden bisa diberikan di mana saja. Ini tentu baik, jika presiden tidak hanya mendengarkan bawahannya saja. Tetapi juga menyimak pemikiran para ekonom dari mana pun yang logis dan masuk akal untuk kebijakan ekonomi,” papar Prof didik kepada Inilah.com, Jakarta, Kamis (4/8/2022).

Baca juga
Pengamat UGM Sebut Tidak Ada Urgensi Jokowi Naikkan BBM Subsidi Tahun Ini

Kata pendiri Indef ini, pemerintahan Jokowi perlu konsistyen menjaga APBN. Kalau tidak, kasihan pemimpin masa depan bakal menghadapi tantangan ekonomi khususnya sektor keuangan yang cukup berat. “Kalau tidak dijaga, Indonesia bisa mengalami krisis anggaran atau bahkan resesi seperti yang terjadi di sejumlah negara,” tutur pria kelahiran Pamekasan, Madura ini.

Tekanan terhadap APBN, lanjut mantan Anggota DPR asal PAN ini, dipicu dua hal. Pertama, kebijakan subsidi energi yang semakin bengkak. Dipantik kenaikan harga serta tekanan pembayaran utang. “Di awal pemerintahannya, Jokowi tegas mengambil keputusan untuk mengurangi subsidi yang cukup besar. Namun tetap memberikan subsidi langsung untuk rakyat miskin,” ungkap Rektor Universitas Paramadina itu.

Baca juga
Eks Stafsus Wapres Yakin Krisis Sri Langka Bisa Menjalar ke RI

Kedua, papar Prof Didik, tahun depan defisit anggaran dikembalikan kepada aturan awal yakni di bawah 3 persen. Jika itu tak terwujud, Presiden Jokowi bakal terancam karena sama halnya melanggar konstitusi.

“Tapi karena saat ini sudah tidak ada lagi checks and balances, bisa saja aturannya (defisit anggaran) diubah lagi. Mempermaikan APBN sepertinya sudah menjadi karakter kolektif antara pemerintah dengan DPR,” ungkapnya.

Mengingatkan saja, Presiden Jokowi mengundang sejumlah ekonom ke Istana Kepresidenan pada Rabu (3/8/2022). Tampaknya, Jokowi ingin mendengart masukan dari para pakar, analis dan ekonom.

Prof Didik termasuk ekonom yang diundang, namun dadakan. Pada Selasa (2/8/2022) malam, saat masih di Kulonprogo, DI Yogyakarta, Prof Didik mendapat undangan tersebut.

Baca juga
Presiden Jokowi Percaya Krisis Pangan Sudah Terjadi

“Saya dapat tiket Rabu pagi. Sampai Jakarta langsung tes PCR cepat 3 jam di Lab Menteng (langganan Sekneg) sebagai syarat bertemu Presiden. Sampai waktu pertemuan jam 12.00 WIB, hasil tes belum selesai. Saya sudah menunggu di Sekneg, kemudian memutuskan pulang. Hasil tes baru selesai pukul 12.30 WIB,” tuturnya.

Tinggalkan Komentar