Kamis, 18 Agustus 2022
20 Muharram 1444

Tak Lagi di Stadion, Pembukaan Olimpiade Paris 2024 Siap Dobrak Tradisi

Rabu, 15 Des 2021 - 05:18 WIB
Paris 2024 inilah.com
(istimewa)

Seremoni pembukaan Olimpiade 2024 di Paris, Prancis, yang dijadwalkan berlangsung pada 26 Juli 2024 di Sungai Seine, akan mendobrak tradisi Olimpiade Musim Panas yang biasanya berupa prosesi atlet dan ofisial di sebuah stadion.

Sungai Seine adalah sebuah sungai utama di Prancis bagian barat laut yang merupakan salah satu jalur lalu lintas air komersial dan juga menjadi sebuah tujuan wisata, khususnya bagian yang terletak dalam Kota Paris.

Nantinya, sekitar 160 perahu yang diisi oleh atlet dan ofisial dari lebih dari 200 negara akan berlayar hampir sejauh 6 kilometer antara jembatan Pont d’Austerlitz dan Pont d’Iena di pusat Kota Paris. Sementara upacara penutupan Olimpiade dijadwalkan akan diadakan di Trocadero, hamparan taman dan air mancur yang menghadap ke Menara Eiffel.

“Hari ini adalah momen yang luar biasa. Ada banyak emosi, banyak antusiasme. Upacara pembukaan sejauh ini merupakan pembeda terbesar,” kata Tony Estanguet, peraih medali emas kano C1 Olimpiade tiga kali yang mengepalai panitia penyelenggara Paris 2024.

Panitia penyelenggara Olimpiade Paris 2024 memperkirakan akan ada kerumunan 600.000 orang untuk apa yang mereka sebut upacara Olimpiade terbesar yang pernah ada.

Baca juga
Foto: Produksi Ikan Asin Nelayan Muara Angke Terkendala Cuaca

Sebagian dari masyarakat akan tersebar di sepanjang tepi Sungai Seine di tribun tiket sementara sisanya dapat ambil bagian secara gratis.

Presiden Prancis Emmanuel Macron menyetujui gagasan untuk mengadakan upacara di Seine pada bulan Juli meskipun ada beberapa kekhawatiran yang disuarakan tentang cara terbaik untuk memastikan keamanan untuk acara besar seperti itu yang melewati banyak bagian terkenal dari lanskap kota Paris yang ikonik.

Pejabat keamanan telah meminta batas 25.000 orang, sedangkan panitia dan balai kota Paris pada awalnya mengusulkan 2 juta orang, demikian menurut sumber walikota seperti dilansir AFP.

Perdana Menteri Jean Castex mengawasi pertemuan komite antarkementerian bulan lalu di mana ia meminta Menteri Dalam Negeri Gerald Darmanin untuk membuat beberapa ‘saran’ mengenai keamanan untuk lokasi Olimpiade, terutama upacara pembukaan.

Castex mengatakan dia menginginkan proposal ‘pada akhir tahun untuk upacara pembukaan dan paling lambat Juni 2022 untuk semua situs dan acara’.

“Kementerian dalam negeri dan seluruh pemerintah mendukung upacara ini,” kata Estanguet seraya menambahkan bahwa polisi akan dibantu oleh keamanan swasta di sepanjang 12 kilometer dari tepi sungai yang dapat diakses.

Baca juga
Nadal Masih Raja Tanah Liat, Klaim Trofi Roland Garros ke-14 di Usia 36 tahun

Dalam sebuah wawancara dengan AFP, Estanguet berbicara tentang ‘kebanggaannya yang mutlak’ karena telah mengerjakan ide ini.

“Untuk pertama kalinya dalam sejarah Olimpiade kami akan menyelenggarakan prosesi atlet di tengah kota, di atas Sungai Seine,” katanya.

“Sebanyak 10.500 atlet dari 206 negara akan datang ke Paris dan melintasi kota dari timur ke barat untuk melihat dan menemukan pemandangan kota paling indah di negara kita.”

“Kami memperkirakan setidaknya 600.000 orang, artinya 10 kali lebih banyak daripada di stadion seperti Stade de France misalnya. Ini benar-benar pertama yang belum pernah terjadi sebelumnya, di mana kami berhasil menggabungkan aspek paling indah dari sejarah kami, budaya kami, warisan kami,” imbuhnya.

Estanguet mengatakan bahwa selain akan ‘sangat spektakuler’, upacara pembukaan itu juga akan menjadi ‘sangat populer’, dapat diakses oleh orang dalam jumlah terbesar, termasuk beberapa yang gratis, ini yang pertama untuk sebuah upacara pembukaan Olimpiade.

“Sebagai sebuah legasi dari Paris 2024, kami berkeinginan untuk meninggalkan Prancis sebagai negara yang lebih sporty dan Olimpiade kami dimulai dengan ambisi membuka peluang bagi semua orang untuk ambil bagian,” katanya kepada AFP.

“Hal tersebut akan diterapkan untuk upacara pembukaan, dan juga untuk cabang olahraga maraton, yang akan terbuka bagi masyarakat luas untuk ambil bagian,” lanjut Estanguet.

Baca juga
Kematian Brigadir J jadi Pertaruhan Kredibilitas Institusi Polri

Bola voli pantai akan diadakan di bawah bayang-bayang Menara Eiffel, panahan di Les Invalides dan apa yang disebut ‘olahraga perkotaan’ gaya bebas seperti BMX, skateboard, breakdance, dan bola basket 3×3 di la Place de la Concorde, alun-alun terbesar Paris di timur ujung Champs-Elysees, yang bisa dibilang sebagai jalan paling terkenal di dunia.

“Keinginan untuk melepaskan olahraga dari stadion agar lebih mudah diakses oleh banyak orang adalah DNA Paris 2024,” kata Estanguet.

 

Tinggalkan Komentar