Senin, 15 Agustus 2022
17 Muharram 1444

Tak Mau Zalim Gantungkan Nasib Karyawan, Erick Thohir Bubarkan 7 BUMN Ini

Kamis, 23 Sep 2021 - 20:02 WIB
Penulis : Fadly Zikry
Tak Mau Zalim Gantungkan Nasib Karyawan, Erick Thohir Bubarkan 7 BUMN Ini - inilah.com
Menteri BUMN Erick Thohir. instagram.com/erickthohir

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengatakan akan menutup tujuh perusahaan pelat merah hingga akhir 2021.

Tujuh perusahaan BUMN itu dinilai sudah tidak berjalan baik. Pembubaran dilakukan karena Erick melihat nasib para karyawan yang tidak jelas.

“Sekarang yang perlu ditutup itu ada tujuh yang memang sudah lama tidak beroperasi. Ini kan kasihan juga nasib para pegawainya terkatung-katung dan kita kan zalim kalau jadi pemimpin tidak beri kepastian,” kata Erick di Kementerian BUMN, Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Kamis (23/9/2021).

Di antara BUMN yang akan dibubarkan Erick yaitu, PT Industri Gelas/Iglas (Persero), PT Kertas Leces (Persero), dan maskapai PT Merpati Nusantara Airlines (Persero), PT Istaka Karya (Persero), PT Kertas Kraft Aceh (Persero), PT Industri Sandang Nusantara (Persero), dan PT Pembiayaan Armada Niaga Nasional (Persero).

Erick menambahkan, keputusan membubarkan tujuh BUMN itu merupakan keputusan terbaik di tengah situasi saat ini.

Baca juga
Juara Piala Thomas, Erick Thohir Optimis Ekonomi Indonesia Juga Mampu Bersaing di Pentas Dunia

“Ketika kita melihat ada satu perusahaan yang tidak sehat dan ini sekarang terbuka digitalisasi dan marketnya, itu kalau tidak diambil keputusan cepat nanti akan membuat perusahaan itu makin lama, makin tidak sehat. Padahal dalam waktu yang singkat kita bisa perbaiki, cuma karena prosesnya belum, jadi nggak sehat. Akhirnya bukan nggak sehat aja, jadi bangkrut dan tutup,” jelasnya.

Anggota Komite Olimpiade Internasional itu telah melaporkan hal tersebut ke Presiden Joko Widodo. Erick juga telah berkoordinasi dengan stakeholder terkait.

“Supaya kita bisa mengantisipasi perubahan krisis model yang terjadi saat atau pasca COVID,” tandas Anggota Dewan Pusat International Basketball Federation (FIBA) itu.

Baca juga
Dulu Tiupkan Garuda Bakalan Bubar, Wamen Tiko Ujug-ujug Bicara Penyelamatan

Sejak menjabat Menteri BUMN, Erick melakukan sejumlah transformasi, mulai dari restrukturisasi hingga penggabungan BUMN dari 108 menjadi 41 perusahaan. Hal ini dilakukan untuk memaksimalkan potensi yang dimiliki BUMN.

Terbukti pada tahun 2020, BUMN menyumbang pendapatan ke negara sebesar Rp375 triliun. Secara bertahap Erick menargetkan kontribusi BUMN kepada negara akan terus ditingkatkan.

Sebelumnya Ercik telah membubarkan dan menggabungkan perusahaan BUMN ke perusahaan pelat merah lain-nya. Di antaranya yakni PT Pertani ke PT Sang Hyang Seri, dan PT Perikanan Nusantara (Perinus) bergabung ke PT Perikanan Indonesia (Perindo), PT Bhanda Ghara Reksa (BGR) bergabung ke PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (PPI).

Tinggalkan Komentar