Kamis, 02 Februari 2023
11 Rajab 1444

Tak Pakai Pawang, TNI AU dan BRIN Halau Hujan untuk Kelancaran KTT G20

Senin, 14 Nov 2022 - 14:36 WIB
Penulis : Wiguna Taher
Img 20221114 131917 - inilah.com
Komandan Lanud Zainuddin Abdul Madjid, Kolonel Pnb R. Endri Kargono (kanan) saat meninjau penebangan pesawat modifikasi cuaca di Bandara Internasional Lombok, Nusa Tenggara Barat, Senin (14/11/2022) (Foto: Antara)

Tiga pesawat Cassa milik TNI Angkatan Udara, Senin (14/11/2022) diterbangkan untuk menebar benih garam di wilayah Bali, dengan harapan hujan tidak terjadi di area lokasi KTT G20. Ini adalah bagian dari operasi Teknonolgi Modifikasi Cuaca (TMC) yang digelar Pangkalan Udara TNI Angkatan Udara Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid (Bizam) bersama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).

“Modifikasi cuaca ini dalam rangka mendukung G20 di Bali supaya berjalan lancar,” kata Komandan Lanud Zainuddin Abdul Madjid, Kolonel Pnb R Endri Kargono saat meninjau penerbangan pesawat modifikasi cuaca di Bandara Internasional Lombok, Nusa Tenggara Barat, Senin (14/11/2022).

Dalam operasi ini ada tiga pesawat Cassa yang diterbangkan dan melibatkan 30 anggota personil yang terdiri dari dua posko terpadu. “Target modifikasi cuaca ini di Utara untuk mencegah awan masuk, supaya tidak terjadi hujan,” katanya.

Baca juga
Tunggangan Presiden China Xi Jinping Selama KTT G20 Bali: Limosin Hongqi N701

Kegiatan ini dilaksanakan sejak tanggal 13-16 November atau sampai kegiatan G20 selesai dilaksanakan di Bali.

Operasi ini dilakukan sesuai dengan target, ketika terjadi potensi hujan pesawat diterbangkan untuk melakukan penyemaian benih garam supaya tidak terjadi hujan. “Semoga modifikasi cuaca ini berjalan aman dan G20 berjalan lancar dan sukses,” katanya.

Sementara itu, Perekayasa Ahli Utama Riset Limnologi pada BRIN Tri Handoko mengatakan, kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka modifikasi cuaca untuk mendukung pengamanan G20 di Bali dengan harapan kegiatan tidak diganggu hujan.

Presiden Jokowi bersama kepala negara dalam G20 itu akan berkumpul di luar ruang terbuka, sehingga pihaknya berharap TNI AU ditugaskan untuk menciptakan kondisi tidak hujan di lokasi kegiatan G20. “Ini supaya tidak hujan di lokasi kegiatan G20,” katanya.

Baca juga
Waspada Banjir dan Longsor di Sebagian Wilayah Indonesia

Ia mengatakan, ancaman potensi hujan pada musim hujan 2022/2023 ini cukup besar, sehingga dalam modifikasi ini melibatkan empat pesawat yakni tiga dari TNI AU Bizam dan 1 dari TNI AU Banyuwangi untuk melakukan kolaborasi dalam kegiatan tersebut.

“Kita berharap operasi ini berhasil, supaya presiden dan kepala negara bisa melaksanakan kegiatan G20 dengan aman dan nyaman,” katanya.

Sementara Lettu Penerbang Edwin Aldrin mengatakan, Tim Skadron 4 tergabung dalam unsur TMC yang bekerja sama dengan BRIN melakukan penyemaian garam bersama tim Teknologi Modifikasi cuaca (TMC) Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT).

Pesawat Cassa yang dimodifikasi itu mampu menampung konsol (penampungan garam) hingga 800 kilogram tiap pesawat. Selain itu, Pesawat Cassa ini dapat menyemburkan garam di ketinggian 7 ribu hingga 10 ribu kaki.

Baca juga
KTT G20: PM Italia Apresiasi Program Presiden Jokowi Soal Pemberdayaan UMKM

“TMC dilakukan untuk mencegah fenomena siklon tropis yang memicu tingginya curah hujan di wilayah Bali dan Lombok dalam mendukung kelancaran KTT G20 di Bali,” katanya.

Tinggalkan Komentar