Selasa, 17 Mei 2022
16 Syawal 1443

Tak Sengaja Minum Racun Rumput, Pria di Lampung Kini Lumpuh

racun rumput lumpuh

Aman (40), hanya bisa berbaring di tempat tidurnya karena mengalami kelumpuhan setelah tak sengaja meminum racun pembasmi rumput.

Warga yang tinggal di Pemangku Sukajadi, Pekon Gedung Cahya Kuningan, Kecamatan Ngambur, Pesisir Barat, Lampung itu kini sudah kehilangan semua yang dimilikinya. Tak hanya harta benda, bahkan istri dan anaknya pun memilih pergi meninggalkan dirinya yang sudah tidak bisa berbuat apa-apa. Terlebih lagi, kebun miliknya juga telah dijual untuk biaya pengobatan.

Saat ini kehidupannya dibantu oleh adiknya yang bernama Darman (16) yang bekerja sebagai buruh sawit dan ibu kandungnya, Koma (6). Mereka tinggal di sebuah rumah sangat sederhana yang dikelilingi dinding kayu papan hasil swadaya warga setempat.

Baca juga
Ditipu Mandor, Kuli Bangunan ini Jalan Kaki 115 Hari dari Aceh Sampai Cianjur

Kapolres Lampung Barat AKBP Hadi Saepul Rahman yang sempat menjenguk Aman. “Kondisinya sangat memprihatinkan. Ini merupakan kewajiban kita dalam melihat kondisi masyarakat tersebut dan memberikan bantuan,” ujarnya

Hadi menceritakan awal mulanya terjadi sekitar 8 tahun lalu ketika Aman masih aktif berkebun. Kala itu ia sedang membersihkan rumput dengan cara menyemprotkannya dengan cairan racun pembasmi rumput. Setelah selesai, ia beristirahat untuk minum. Namun tanpa disengaja dan tanpa sadar yang diminum adalah cairan pembasmi rumput yang ada di dalam botol minum mineral. Seketika diriya langsung keracunan dan jatuh tersungkur tak sadarkan diri.

Aman yang sudah tergeletak itu ditemukan oleh tetangganya yang juga sedang berkebun dan langsung membawanya ke puskesmas dan dirujuk ke RSUD Alimudin Umar hingga akhirnya kondisinya membaik.

Baca juga
Keajaiban Bekerja, Donasi untuk Naufan Fadhil Terus Naik

Namun satu bulan berikutnya, tiba-tiba tubuhnya tak bisa digerakkan dan kembali dilarikan ke RSUD Alimudin Umar, hingga akhirnya ia harus menjalani perawatan selama 15 hari. Kondisinya tak kunjung membaik, bagian kaki dan pinggangnya tak bisa digerakkan. Ia hanya mampu duduk tak lebih dari 30 menit, selebihnya hanya berbaring.

Ia pun mencoba berobat beberapa wilayah bahkan hingga ke Pulau Jawa untuk menjalani pengobatan alternatif namun tidak ada hasil. Sampai akhirnya harta benda habis dijual untuk biaya berobat.

Sementara itu Kepala UPTD Puskesmas Ngambur dr. Ahyar mengatakan akan mengurus BPJS dan persyaratan lainnya untuk selanjutnya jika memungkinkan akan dirujuk ke rumah sakit yang fasilitasnya memadai. “Ada kelemahan pada lengan dan tungkai, yang disebabkan karena saraf, nah itu akan kita pastikan dahulu apakah itu berasal dari saraf pusat atau saraf tepi harus ada pemeriksaan lebih lanjut untuk menentukan langkah pengobatan selanjutnya,” jelasnya.

Tinggalkan Komentar