Kamis, 19 Mei 2022
18 Syawal 1443

Tak Tanggung-tanggung, Fitch Pangkas Peringkat Kredit Rusia Menjadi Status Sampah

Tak Tanggung-tanggung, Fitch Pangkas Peringkat Kredit Rusia Menjadi Status Sampah - inilah.com
Foto: Istimewa

Fitch pada Rabu (2/3/2022) memangkas peringkat kredit negara Rusia enam tingkat. Statusnya menjadi ‘sampah’. Hal ini lantaran sanksi Barat atas invasi ke Ukraina. Sanksi tersebut membuat negara pecahan Uni Soviet itu tidak mendapat kepastian untuk dapat membayar utangnya.

Saksi tersebut juga bakal melemahkan ekonomi Rusia dalam ‘kejutan besar’ terhadap kelayakan kreditnya.

Pasar keuangan Rusia telah terlempar ke dalam kekacauan oleh serangannya terhadap Ukraina, yang terbesar di  Eropa sejak Perang Dunia Kedua, dan sanksi Barat yang keras.

Invasi tersebut telah memicu serangkaian pergerakan peringkat kredit yang membingungkan dan peringatan mengerikan tentang dampaknya terhadap ekonomi Rusia. Pekan lalu, S&P menurunkan peringkat Rusia menjadi status sampah dan Moody’s menempatkan negara tersebut dalam peninjauan untuk penurunan peringkat menjadi sampah.

Baca juga
Bappenas: Untuk Ngelas Rel Kereta Cepat Jakarta-Bandung Harus Impor Pekerja China

Institute of International Finance (IIF) memprediksi kontraksi dua digit pada pertumbuhan ekonomi tahun ini.

Fitch menurunkan peringkat Rusia menjadi “B” dari “BBB” dan menempatkan peringkat negara itu pada “peringkat pantauan negatif”.

“Beratnya sanksi internasional sebagai tanggapan atas invasi militer Rusia ke Ukraina telah meningkatkan risiko stabilitas keuangan makro, merupakan guncangan besar bagi fundamental kredit Rusia dan dapat merusak kesediaannya untuk membayar utang pemerintah,” kata Fitch dalam sebuah laporan.

Sanksi AS dan Uni Eropa Berdampak Jauh Lebih Besar

Fitch mengatakan bahwa sanksi AS dan Uni Eropa yang melarang transaksi apa pun dengan Bank Sentral Rusia akan memiliki “dampak yang jauh lebih besar pada fundamental kredit Rusia daripada sanksi sebelumnya”. Hal ini membuat banyak cadangan internasional Rusia tidak dapat terpakai untuk intervensi valas.

Baca juga
Jepang Bekukan Aset Putin dan Bank Central Rusia

“Sanksi juga dapat membebani kesediaan Rusia untuk membayar utang,” Fitch memperingatkan. Tanggapan Presiden Putin untuk menempatkan pasukan nuklir dalam siaga tinggi tampaknya mengurangi prospek Rusia mengubah arah di Ukraina. Arah itu ke tingkat yang perlu untuk membalikkan sanksi yang Barat perketat dengan cepat.”

Fitch mengatakan pihaknya memperkirakan peningkatan sanksi lebih lanjut terhadap bank-bank Rusia.

Sanksi oleh negara-negara Barat juga akan secara nyata melemahkan potensi pertumbuhan PDB Rusia. Pertumbuhan relatif terhadap penilaian lembaga pemeringkat sebelumnya sebesar 1,6 persen, kata Fitch.

Sanksi yang dikenakan pada Rusia telah secara signifikan meningkatkan kemungkinan negara tersebut gagal membayar utang pemerintah dalam dolar dan pasar internasional lainnya, analis di JPMorgan dan di tempat lain mengatakan pada Rabu (2/3/2022).

Baca juga
Giliran Nokia Angkat Kaki dari Rusia

Rusia telah menanggapi sanksi dengan berbagai langkah untuk menopang pertahanan ekonominya dan membalas pembatasan Barat. Rusia menaikkan suku bunga acuannya menjadi 20 persen. Negara pecahan Uni Soviet itu juga melarang broker Rusia menjual sekuritas yang dipegang oleh orang asing, memerintahkan perusahaan-perusahaan pengekspor untuk menopang rubel dan mengatakan akan menghentikan investor asing menjual aset.

Pemerintah juga berencana untuk memanfaatkan Dana Kekayaan Nasional (NWF), bantalan keuangannya, untuk membantu melawan sanksi.

Tinggalkan Komentar