Taliban Beri Izin Perempuan Sekolah Tinggi dengan Syarat Ini

Taliban Beri Izin Perempuan Sekolah Tinggi dengan Syarat Ini - inilah.com
(ist)

Penguasa baru Afghanistan, Taliban, telah menebar janji tidak akan kembali pada pemerintahan mereka, dua dekade lalu, yang melarang perempuan mengenyam pendidikan tinggi. Kelompok itu juga menyatakan, perempuan Afghanistan dapat meneruskan pendidikan hingga strata pasca-sarjana.

Meski begitu, seperti disampaikan Menteri Pendidikan Tinggi Taliban, Abdul Baqi Haqqani, pada konferensi pers di Kabul, Minggu (12/9), ruangan kuliah akan dipisahkan berdasarkan jender. Para mahasiswi pun diwajibkan untuk mengenakan busana abaya dan nikab atau cadar, yang menutupi sebagian besar wajah, setiap hari di kampus.

Pengumuman tersebut disampaikan tak lama setelah Taliban membentuk pemerintahan baru dengan semua anggota kabinetnya adalah laki-laki. Pada Sabtu (11/9/2021), Taliban mengibarkan bendera di istana presiden untuk menandai dimulainya secara resmi pemerintahan baru.

Baca juga  Millie Lukito, Menggali Inspirasi Melalui Platform Digital

Pengibaran bendera Taliban itu dilakukan pada hari yang sama saat Amerika Serikat memperingati 20 tahun serangan teroris Al Qaeda ke tanah Amerika. Pada 11 September 2001, teroris Al Qaeda membajak beberapa pesawat dengan dua di antaranya menabrak dua menara kembar World Trade Center (WTC) di New York.

Serangan tersebut menewaskan total 2.977 orang. Tak lama setelah itu, AS dan sekutu Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) menginvasi Afghanistan untuk menumbangkan kekuasaan Taliban. Invasi berlangsung hingga 30 Agustus lalu, tengah malam, yang ditandai penarikan penuh pasukan AS.

Dunia telah mengamati dengan cermat untuk melihat sejauh mana Taliban mungkin bertindak berbeda dari rezim pertama mereka (1996-2001). Selama pemerintahan jilid I itu, anak perempuan dan perempuan tidak mendapat pendidikan dan dikucilkan dari kehidupan publik.

Baca juga  Media Barat Skeptis dengan Janji Taliban

Penjabat Menteri Pendidikan Tinggi Taliban Abdul Baqi Haqqani berbicara dalam konferensi pers di Kabul, 12 September 2021. Taliban berjanji, perempuan Afghanistan diperbolehkan menempuh pendidikan hingga jenjang pasca-sarjana.

Taliban juga melarang perempuan bekerja. Jika bepergian keluar rumah, perempuan harus ditemani oleh mahram atau suami dan pria anggota keluarganya. Taliban mengklaim, kini mereka berubah, termasuk dalam sikap terhadap perempuan.

Walau demikian, perempuan juga tidak sepenuhnya dapat menikmati kebebasan. Mereka masih dilarang berolahraga. Taliban juga masih telah menggunakan kekerasan dalam beberapa hari terakhir terhadap perempuan pengunjuk rasa yang menuntut persamaan hak atau emansipasi.

Baca juga  Video Pengomel Ibunda Arteria, Pakar Ungkap Banyak Emosi yang Menumpuk di Dalam Diri

Seperti diberitakan BBC, sejak Taliban digulingkan dari kekuasaannya pada 2001, kemajuan besar telah terjadi dalam peningkatan jumlah warga yang mendapatkan pendidikan, termasuk angka melek huruf – khususnya bagi perempuan.

Laporan terbaru dari UNESCO, menyebutkan bahwa jumlah perempuan yang mengenyam pendidikan dasar telah meningkat dari nol menjadi 2,5 juta orang dalam kurun waktu 17 tahun, atau saat Taliban tak berkuasa.

Laporan ini juga mengatakan angka melek huruf perempuan mengalami peningkatan dua kali lipat dalam satu dekade menjadi 30%.

Pemerintahan baru di bawah rezim Taliban juga menggantikan kementerian urusan perempuan dengan kementerian kebaikan dan kebajikan.

Tinggalkan Komentar