Tandingkan 40 Cabor, SEA Games Vietnam Digelar 12-23 Mei 2022

Foto Koni - inilah.com
Foto Koni

Panitia SEA Games dan Komite Olimpiade Vietnam memastikan SEA Games 2021 akan dihelat pada 12-23 Mei 2022 di Hanoi setelah pandemi COVID-19 memaksa multievent dua tahunan itu harus diundur dari jadwal awal, yakni November 2021.

Kepastian tersebut didapat berdasarkan hasil rapat virtual South East Asia Games Federation (SEAGF) bersama negara-negara anggota ASEAN, Selasa.

“Resmi diputuskan SEA Games XXXI digelar 12-23 Mei dengan mempertandingkan 40 cabang olahraga dan 526 nomor pertandingan,” kata Sekretaris Jenderal Komite Olimpiade Indonesia (KOI) Ferry J. Kono dalam rilis pers yang diterima di Jakarta, Rabu.

SEA Games edisi kali ini tidak hanya akan digelar di Hanoi, tetapi juga kota-kota dan provinsi di sekitarnya. Penyelenggara memperkirakan sekira 10.000 peserta, yang terdiri atas atlet, ofisial, wasit/juri, dan jurnalis akan datang ke Vietnam.

Baca juga  Indonesia Hadiri Sidang WTO Soal Gugatan Larang Ekspor Bijih Nikel

SEA Games ke-31 akan mempertandingkan 526 nomor dari 40 cabang olahraga.

Pemilihan cabang olahraga dan event dilakukan setelah konsultasi bersama antara panitia penyelenggara, Komite Olimpiade Vietnam, dan federasi olahraga nasional Vietnam. Selain itu, pemilihan itu juga berdasarkan Piagam dan Peraturan SEAGF.

Akuatik menjadi cabang yang mempertandingkan nomor paling banyak, yaitu 48 nomor, disusul atletik dengan 47 nomor.

Pada SEA Games kali ini, Xiangqi atau Catur China, akan dipertandingkan untuk pertama kalinya.

Dengan kepastian penyelenggaraan SEA Games 2021, itu berati akan ada setidaknya empat multievent yang diikuti Indonesia pada 2022, yaitu SEA Games (Mei), Islamic Solidarity Games (9-18 Agustus), Asian Games (10-25 September), dan Asian Youth Games (20-28 Desember).

Baca juga  Prediksi Esports 2022 di Indonesia: Makin Bertumbuh dan Menggeliat

Sebelumnya, pada Juli lalu, SEAGF sepakat menunda SEA Games yang sedianya berlangsung pada November 2021 hingga tahun depan.

Pembatalan tersebut diambil karena masih tingginya kasus COVID-19 di Vietnam dan mayoritas negara di Asia Tenggara pada saat itu.

Tinggalkan Komentar