Senin, 23 Mei 2022
22 Syawal 1443

Tanggapi Mahfud MD, Pendeta Saifudin Ibrahim: Saya Ini Pendukung Jokowi

Tanggapi Mahfud MD, Saifudin Ibrahim: Saya Ini Pendukung Jokowi
Pendeta Saifuddin

Pendeta Saifudin Ibrahim kecewa dengan Menko Polhukam Mahfud MD karena menyebutnya sebagai penista agama Islam. Saifudin Ibrahim mengaku dia tidak menistakan agama Islam karena hanya meminta pemerintah menghapus 300 ayat dalam Alquran.

Saifudin menilai seharusnya Mahfud MD tidak merespon videonya tersebut karena dia menyampaikan permintaan itu kepada menteri agama. Saifudin bahkan sempat menyindir Mahfud dengan dialeg Madura.

“Dulu saya bangga dengan Bapak, begitu Bapak mengomentari saya haleluya derema sampeyan? Lo sampeyan bagaimana kok bisa begitu sampeyan, saya ingat Bapak dulu ada anak Madura liburan di Jakarta, dirampok di Bekasi. Anak itu melawan dan perampoknya mati. Bapak bilang anak itu membela diri, dia tetap mematikan orang, dapat hukum. Eh dia dibebasin gara-gara mulut Bapak,” Saifuddin dalam unggahan terbarunya di Jakarta, Kamis (17/3/2022).

Baca juga
Kaesang Bukan Pengusaha Tajir, Tapi Beli Saham Hampir Rp100 Miliar

Dia juga mengaku tak habis pikir mengapa Mahfud MD sampai turun tangan menyikapi pernyataannya. Sebab seharusnya yang menyikapi pernyataannya adalah Menag Yaqut Cholil Qoumas. Sehingga dengan posisi tersebut menurut Saifudin berarti Mahfud menjatuhkan derajatnya.

“Saya pendukung Jokowi saya pendukung NKRI. Saya senang dengan undang-undang Pancasila, artinya Pancasila ini lebih bagus dari kitab dari Arab itu. Memang kenapa saya ngomong begitu? Karena memang bisa dibuktikan,” kata Saifuddin yang mengaku dulunya memeluk agama Islam.

Saifudin meminta pemerintah tidak memasukan atau mengajarkan Alquran dalam pendidikan khususnya pesantren. Sebab menurutnya, ajaran Alquran dan Islam itu akan membawa kehancuran seperti yang terjadi di negara-negara Arab. Dia menyebut jika Arab Saudi juga sudah merevisi 2.500 ayat alquran demi kebaikan negaranya.

Baca juga
Lampu Hijau Jakarta Tuan Rumah Formula E, Anies : Insya Allah Banyak Manfaat

“Jangan diajarkan di pesantren karena akan mengacukan negara kita, negara kita akan hancur, lihat negara Arab itu hancur. Lihat pengungsi dari Yaman, Suriah, Liya, Irak, itu meninggalkan negerinya gara-gara agama. Pemerintah Saudi mervisi 2.500 ayat berdasarkan berita yang dilansir MBS (Mohammed bin Salman),” kata Saifuddin.

Sebelumnya Menko Polhukam Mahfud MD menyebut perkataan Ibrahim Saifuddin alias Abraham bin Moses termasuk penistaan agama. “Ajaran pokok di dalam Islam itu Alquran itu ayatnya 6.666, tidak boleh dikurangi berapa yang disuruh cabut 3.000 atau 300 gitu, 300 misalnya, itu berarti penistaan terhadap Islam. Apalagi mengatakan konon, dia juga mengatakan bahwa Nabi Muhammad itu bermimpi bertemu Allah dan sebagainya, itu menyimpang dari ajaran pokok,” jelas dia.

Tinggalkan Komentar