Senin, 30 Januari 2023
08 Rajab 1444

Tanggapi Sindiran Sekjen Golkar, Pacul Klaim PDIP Solid Tak Ada Pengotakan

Selasa, 29 Nov 2022 - 16:34 WIB
Bambang Pacul
Ketua Bappilu PDIP Bambang Wuryanto memberikan keterangan di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (11/1/2023), terkait pidato Megawati. (Foto: Inilah.com/Didik Setiawan)

Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) PDIP Bambang Wuryanto yang akrab disapa Bambang Pacul menanggapi sindiran Sekjen Partai Golkar Lodewijk Freidrich Paulus yang menyinggung mengenai Dewan Kolonel, yang sempat dibentuk Johan Budi dan beberapa politisi PDIP untuk mendukung Puan Maharani sebagai Capres 2024. Bambang Pacul mengklaim PDIP solid, tanpa mengotak-ngotakkan para kadernya.

“PDIP itu solid jadi tidak ada mengotak-ngotakkan, semua tegak lurus bahwa ada seperti Pak Sekjen Golkar itu kan dari militer misalkan, terhadap satu angkatan satu letingnya mungkin ada kedekatan tertentu, biasa saja,” ujar Bambang Pacul di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (29/11/2022).

Dengan demikian, menurutnya, wajar saja jika Lodewijk dengan satu angkatannya memiliki perbedaan. “Wong mereka tumbuh dalam satu pendidikan yang sama. Sama saja di PDIP, apakah Pak Lodewijk dengan kedekatan misalkan dengan si A satu leting itu, kemudian akan membuat perpecahan di TNI, pasti tidak,” jelasnya.

Oleh karena itu, ia menyinggung bahwa semua perintah yang ada dalam PDIP adalah tegak lurus pada Ketua Umum (Ketum) PDIP Megawati Soekarnoputri.

“Karena semua perintahnya tegak lurus organisasinya. Di PDIP itu, organisasi sipil kedekatannya sipil juga ada. Tetapi di PDIP itu ada adagio mengakar rumput ke bawah, menganyam semua ke samping, berpucuk engkau ke atas, satu pucuknya Megawati, perintah beres,” ungkap Bambang Pacul.

“Bahwa saya ke samping itu kan yang konteksnya setara. Dan misalnya nih saya diskusi dengan Pak Said, biasa-bisa saja gitu loh,” lanjutnya.

Menurut dia, karena kultur tersebut, PDIP dapat menjadi partai yang relatif solid. “Ke bawah semua pasti akan ke bawah, begitu, itu lah yang membuat PDI Perjuangan relatif. Relatif kenyal, relatif solid. Itu lebih karena kultur,” ungkapnya.

Tak hanya itu, Bambang Pacul juga menyinggung bahwa tidak ada masalah terkait penggalangan narasi yang ingin mendukung salah satu kader dalam satu partai.

“Enggak ada soal, enggak ada soal. Karena kan kulturnya sendiri, kulturnya seperti itu. Jadi nanti tinggal tunggu perintah Ibu Ketua saja. Ibu Ketum merencanakan A, A semua lah kita,” tuturnya.

Sebelumnya Sekjen Partai Golkar Lodewijk Freidrich Paulus menyindir PDIP terkait isu perpecahan internal pada PDIP karena adanya Dewan Kolonel untuk mendukung Puan Maharani dan Dewan Kopral untuk mendukung Ganjar Pranowo sebagai Capres pada Pemilu 2024.

Awalnya, Lodewijk menyebutkan mengenai pola penggalangan narasi di hadapan kadernya. Baginya, penggalangan narasi merupakan operasi intelijen yang paling tinggi. Setelahnya Lodewijk pun memberikan contoh dari topik penggalangan narasi ini dengan pola let them fight.

Let them fight, apakah terjadi di Indonesia? Terjadi enggak? Terjadi. Lihat ada partai lain (yang terkena) dampak dari penggalangan. Seorang gubernur dengan seorang pejabat tinggi partai ribut, pernah tahu kan? Dan sampai sekarang,” kata Lodewijk saat memberi sambutan di acara Rakornas Bidang Media dan Penggalangan Opini Golkar di Hotel Sultan, Jakarta, Senin (21/11/2022).

Selain itu, ia juga menyebut bahwa adanya Dewan Kopral dan Dewan Kolonel terkait dengan keributan ini, di mana wadah tersebut dibentuk oleh para kader PDIP yang mendukung seorang gubernur dan petinggi partai.

“Sampai dipanggil, diberikan teguran, itu artinya let them fight, sehingga terbentuk Dewan Kopral dan Dewan Kolonel, betapa dahsyatnya penggalangan opini. Sangat merusak, sangat sakit,” tegasnya.

Tinggalkan Komentar