Senin, 15 Agustus 2022
17 Muharram 1444

Tanggulangi Erupsi Semeru, Gubernur Khofifah Berkantor di Lumajang

Minggu, 05 Des 2021 - 23:30 WIB
Penulis : Ivan Setyadhi
0512 Semeru4(1) - inilah.com
Gubernur Jatim Khofifah Berkantor di Lumajang

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa berkantor di Lumajang untuk mengawal langsung upaya penanganan bencana erupsi Gunung Semeru.

“Seluruh pekerjaan saya kerjakan dari Lumajang, dan beberapa agenda saya minta Pak Wagub Emil Elestianto Dardak untuk mewakili,” ujar Khofifah kepada wartawan di Kabupaten Lumajang, Minggu (5/12/2021).

Khofifah menegaskan penanganan bencana terkait Semeru saat ini menjadi prioritas, terutama search and rescue (pencarian dan penyelamatan).

Termasuk, kata dia, yang berkenaan dengan kebutuhan para pengungsi, dan Pemprov Jatim serta Pemkab Lumajang terus berusaha memaksimalkan layanan pada masyarakat terdampak bencana.

“Saya ingin memastikan konsolidasi data dan koordinasi pencarian, penyelamatan, evakuasi dan penanganan pengungsi berjalan efektif dan semoga tidak ada yang terlewat,” ucap dia.

Baca juga
Baru Setahun jadi Menteri Jokowi, Yaqut Sudah 5 Kali Bikin Gaduh

Keputusan berkantor di Lumajang juga diakuinya usai melihat luas dampak letusan Gunung Semeru di Kecamatan Candipuro, seperti di Kampung Renteng, Dusun Kamar Kajang, Desa Sumber Mujur, Desa Sumberwuluh, Desa Penanggal, dan Desa Sumber Rejo.

Di Kecamatan Pronojiwo, desa terdampak adalah Supiturang, Sumber Urip dan Desa Oro-Oro Ombo.

Selain itu, akses jalan dari pusat pemerintahan dan perekonomian juga terputus akibat ambrolnya Jembatan Gladak Perak yang menghubungkan antara Lumajang dan Kabupaten Malang.

Orang nomor satu di Pemprov Jatim itu menegaskan bahwa dengan berkantor langsung di Lumajang maka koordinasi antarpemangku kebijakan terkait dalam upaya penanganan kegawatdaruratan bisa menjadi lebih cepat.

Baca juga
Terbongkar, Cara "Kotor" Buzzer Dongkrak Rating Aplikasi MyPertamina

Kepada Pemkab Lumajang, Khofifah meminta agar koordinasi antara wilayah Candipuro dan Pronojiwo harus terjaga guna memastikan kebutuhan warga dan pengungsi selalu tercukupi, termasuk penanganan kesehatan.

Pada Sabtu (4/12/2021) sore, Gunung Semeru mengeluarkan awan panas dan menimbulkan hujan abu ke daerah di sekitarnya. Warga yang tinggal di perkampungan di sekitar gunung setinggi 3.676 meter di atas permukaan laut itu mengungsi untuk menghindari dampak guguran awan panas.

Tinggalkan Komentar