Senin, 06 Februari 2023
15 Rajab 1444

Tantangan Ekosistem Motor Listrik, Infrastruktur Masih Terbatas

Sabtu, 03 Des 2022 - 11:14 WIB
Ekosistem Motor Listrik
Pengemudi ojek online mengganti baterai sepeda motor listrik dengan yang sudah penuh terisi di Stasiun Penukaran Baterai Kendaraan Listrik Umum (SPBKLU) atau Swapping Station di SPBU Pertamina Gandaria, Jakarta, Jumat (9/9/2022). (Foto: Inilah.com/Didik Setiawan).

Direktur Eksekutif Institute for Development of Economic and Finance (Indef) Tauhid Ahmad menyebut, meski pengguna kendaraan bermotor listrik berbasis baterai (Battery Electric Vehicle) sudah mulai tumbuh, namun salah satu tantangan ke depannya pada 2023, masih terkendala dengan terbatasnya infrastruktur yang tersedia.

“Kebutuhan motor listrik hari ini memang sudah mulai tumbuh, tapi salah satu tantangannya adalah infrastruktur yang perlu tersedia dengan baik,” kata Tauhid kepada Inilah.com, di Jakarta, Sabtu (3/12/2022).

Menanggapi hal itu, Tauhid menyampaikan, infrastruktur yang perlu disiapkan untuk kendaraan motor listrik tersebut, antara lain charging station, battery swapping, dan fasilitas lainnya yang dapat menunjang operasional kendaraan tersebut.

Baca juga
UBL Gelar Green Sunmori Motor Listrik 'Bersih dan Sehat Udara Negeriku'

Jika berbagai infrastruktur itu kian tersedia, Tauhid optimis jika kendaraan motor listrik ini bisa ikut mendongkrak pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2023 mendatang.

Sebab, berkaca pada gelaran KTT G20 kemarin, Tauhid mengatakan, penjualan kendaraan sepeda motor listrik sempat meningkat. Apalagi gelaran tahunan itu juga sempat mengampanyekan soal transisi energi.

Catatan Indef

Untuk itu, apabila ingin terus memasifkan penggunaan kendaraan motor berbasis listrik, Indef memberi beberapa catatan kepada pemerintah.

Pertama, pemerintah perlu memberi fasilitas kepada investor yang ingin membangun pabrik (produsen) kendaraan sepeda motor listrik di Indonesia.

“Di sini kan baru 1/2 pabrik ya. Pemerintah bisa memberi fasilitas atau insentif pemulihan lahan atau pembebasan pajak bagi investor yang relatif terjangkau. Dengan catatan, ingin mendirikan pabrik kendaraan motor listrik di sini ya,” kata Tauhid.

Baca juga
Subsidi Beli Kendaraan Listrik, Menko Luhut: Tunggu Kejutan Februari

Kedua, membuat skema khusus. Maksudnya, pemerintah bisa menyiapkan penawaran pembelian kendaraan motor listrik yang terjangkau kepada warganya. “DP ya kalau bisa 0%. Atau mungkin bunganya lebih rendah,” ujarnya.

Sebelumnya, Menko Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan berencana memberikan subsidi untuk pembelian kendaraan listrik pada 2023. Subdisi ini pemerintah berikan agar mendorong daya beli masyarakat terhadap motor dan mobil listrik.

Luhut menyebut, subsidi yang akan pemerintah berikan sebesar Rp6,5 juta per kendaraan untuk skema pembelian motor listrik. Skema yang sama juga akan pemerintah siapkan untuk pembelian mobil listrik.

Baca juga
Mahalnya Membangun Industri Baterai Kendaraan Listrik di Indonesia

“Kalau mau tukar motor ke listrik tahun depan, ya. Nanti dapat subsidi,” ujar Luhut dalam forum perbankan mengutip Reuters, Rabu (30/11/2022).

Tinggalkan Komentar