Minggu, 25 September 2022
29 Safar 1444

Target Lifting Migas Kuartal-I 2022 Meleset, Ini Penyebabnya

Jumat, 22 Apr 2022 - 14:14 WIB
Target Lifting Migas Kuartal-I 2022 Meleset, Ini Penyebabnya
Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto/ Foto: Antara

Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) mengatakan lifting migas pada kuartal I belum mencapai target.

Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto mengatakan, capaian lifting minyak nasional sebesar 611,7 ribu barel minyak per hari (BOPD) atau 87 persen dari target yang ditetapkan oleh APBN sebanyak 703 ribu BOPD.

Sedangkan capaian lifting gas tercatat sebanyak 5.421 standar kaki kubik per hari (MMSCFD) atau 92 persen dari target APBN sebesar 5.800 MMSCFD.

“Mostly terkendala karena entry point rendah karena dampak pandemi 2021, di sana kita lost 20 ribu bopd, dan mostly juga karena adanya unplanned shutdown,” ujar Dwi dalam konferensi pers di Jakarta, Jumat (22/4/2022).

Baca juga
SKK Migas Bak Bebek Lumpuh, AEPI: Sri Mulyani Harus Beri Teguran Keras

Dia menjelaskan, penyebab tak tercapainya target lifting ini karena unplanned shutdown di lokasi proyek migas. Sejak akhir Maret 2021, proyek milik Husky-CNOOC Madura Limited (HCML) melakukan penggantian GTU absorbed dan BP mengalami unplanned shutdown di train 1 dan 2.

Selain itu juga terjadi kebocoran pipa proyek milik PHE ONWJ dan GLC Belida milik MedcoEP Natuna mengalami tripped (error/fall).

Dwi menyebut, penurunan lifting minyak terbesar terjadi ketika proyek milik PHR tersambar petir. Sehingga kejadian itu menurunkan lifting migas menjadi 616 ribu bopd dari yang sebelumnya 652 ribu bopd.

“Ditambah lagi EMCL sempat blackout karena ada sambungan kabelnya terbakar,” kata Dwi.

Baca juga
SKK Migas: Ingin Selamat dari Krisis Energi, RI Harus Kuasai EBT

“Lawan kita yang paling utama adalah unplanned shutdown. Ini yang akan kita coba nanti bagaimana bisa menurunkan unplanned shutdown, so far kita sudah susun strateginya,” ujar Dwi.

Saat ini, SKK Migas bersama kontraktor kontrak kerja sama (KKKS) terus berupaya untuk mengoptimalkan pengeboran sumur eksplorasi, sumur pengembangan, workover dan well service jauh lebih tinggi untuk meningkatkan produksi migas pada tahun ini.

Kegiatan pengeboran sumur eksplorasi direncanakan bisa mencapai 790 sumur, workover seluas 581 kilometer persegi, dan well service sebanyak 29.582 kilometer.[IPE]

Tinggalkan Komentar