Jumat, 27 Januari 2023
05 Rajab 1444

Tarif Angkot Terintegrasi JakLingko tidak Naik

Rabu, 07 Sep 2022 - 19:25 WIB
Penulis : Wiguna Taher
Busway, Bus Transjakarta, Perubahan Rute Transjakarta, Didik Setiawan, Ganjil-Genap Baru, - inilah.com
Bus Transjakarta (Foto: Inilah.com/Didik Setiawan)

Dinas Perhubungan DKI Jakarta memastikan tidak akan menaikan tarif angkutan kota (angkot) yang terintegrasi dengan JakLingko. Sementara Organda DKI Jakarta berencana menaikkan ongkos angkutan umum lainnya pada kisaran 12,5 sampai 17,5 persen.

“Tarif angkutan umum di Jakarta yang telah terintegrasi dalam program JakLingko tidak ada kenaikan tarif,” kata Kepala Dinas Perhubungan DKI Syafrin Liputo, Rabu (7/9/2022).

Angkutan umum yang sudah terintegrasi dengan JakLingko di antaranya TransJakarta baik untuk koridor utama yang melalui halte (BRT) dan tanpa halte atau non BRT.  Sedangkan angkutan umum reguler yang belum terintegrasi dengan JakLingko, kenaikan tarifnya  masih dibahas oleh Dewan Transportasi Kota Jakarta (DTKJ). Nantinya, hasil dari keputusan tersebut akan diusulkan kepada Gubernur DKI untuk ditetapkan.

Baca juga
Mulai Hari Ini, TransJakarta Perpanjang Jam Operasional hingga Pukul 24.00 WIB

Meski begitu, Syafrin belum memberikan detail proyeksi besaran penyesuaian untuk tarif layanan angkutan umum reguler yang belum terintegrasi JakLingko.

Pemprov DKI memberikan subsidi kepada tiga moda transportasi umum massal. Besaran subsidi untuk tiga moda transportasi massal (MRT, LRT Jakarta dan TransJakarta) pada 2019 mencapai Rp 14 miliar, kemudian pada 2020 mencapai Rp 4 miliar dan 2021 lalu sebesar  Rp6 miliar.

Sementara itu, Organisasi Angkutan Darat (Organda) DKI Jakarta berencana menyesuaikan tarif angkutan umum perkotaan menyusul kenaikan harga BBM bersubsidi dengan kisaran  12,5 hingga 17,5 persen. “Besarannya kami sedang diskusikan supaya tidak terlalu memberatkan rakyat,” kata Ketua Organda DKI Shafruhan Sinungan.

Baca juga
Foto: Sepeda Motor Terobos Jalur Busway Transjakarta

Ia memberikan contoh tarif naik angkot saat ini sekitar Rp5.000 dan diupayakan tidak melebihi Rp5.500 atau diperkirakan naik Rp 500 agar tidak memberatkan konsumen.
Organda DKI  sedang mematangkan rencana kenaikan tarif angkutan umum perkotaan bersama DTKJ  dan Dinas Perhubungan DKI yang akan rampung dalam waktu dekat.
Saat ini, lanjut dia, jumlah mikrolet yang belum terintegrasi mencapai sekitar 4.500 unit, dari total sekitar 6.600 unit. Sedangkan sisanya sekitar 2.100 unit mikrolet sudah terintegrasi dengan JakLingko dengan nama Mikrotrans.

Tinggalkan Komentar