Jumat, 19 Agustus 2022
21 Muharram 1444

Tarif Karantina Mandiri Menguras Dompet, Bos Hotel Ngaku Buntung

Kamis, 23 Des 2021 - 14:50 WIB
Tarif Karantina Mandiri Menguras Dompet, Bos Hotel Ngaku Buntung

Tahukah Anda, berapa biaya paket karantina mandiri 10 hari di hotel? Ternyata, cukup menguras kantong. Namun, pemilik hotel malah bilang rugi.

Sekretaris Jenderal Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI), Maulana Yusran mengatakan, tarif karantina mandiri selama 10 hari di hotel, termurah sebesar RpRp7,2 juta. “Itu untuk hotel bintang dua,” papar Maulana. dikutip Kamis (23/12/2021)

Sedangkan tarif karantina mandiri di hotel kelas mewah atau luxury-nya, lanjut Maulana, tarifnya bisa mencapai Rp21 juta. “Harga segitu sudah termasuk makan tiga kali serta laundry untuk lima potong pakaian per hari,” terang Maulana.

Namun, diakui Maulana, dari jualan paket karantina mandiri, pendapatan hotel sangat minim. Artinya, hotel tetap sulit hidup kalau hanya mengandalkan paket karantina.

Dia menerangkan, hotel boleh dibilang masih tekor dengan harga paket karantina seperti sekrang ini. “Tidak (menguntungkan), malah lebih murah dan harganya juga tidak dinamis. Ini kan harga paket. Kelihatan mahal karena dari faktor 10 hari itu,” kata Maulana.

Baca juga
Selamatkan Industri Tekstil di Masa COVID-19, Kemenperin Lakukan Ini

Selanjutnya Maulana mencontohkan paket karantina 10 hari di hotel kelas dua. Harganya mulai dari Rp6,7 juta hingga Rp7,2 juta. Di mana, tarif kamar tak lebih dari RpRp300 ribu per malam. Sedangkan harga makanan rata-rata Rp250 ribu per hari, dan laundry Rp45 ribu per hari. “Kalau tarif biasa, kan cuma menginap dan sarapan saja. Tidak ada makan siang atau makan malam, laundry apalagi. Nah kalau paket, makanannya lengkap. Ditambah laundry. jatuhnya memang murah sekali,” terangnya.

Maulana menyebut tarif karantina mandiri di hotel juga meliputi biaya transportasi dari bandara ke hotel serta biaya tenaga kesehatan, keamanan juga dua kali tes PCR dengan total kira-kira Rp1,3 juta-Rp1,35 juta per paket.

Tarif di bawah standar itu, lanjut Maulana, juga berlaku untuk paket karantina di hotel bintang lima dan luxury. “Hotel luxury itu Rp9 juta per paket untuk kamar saja, kalau dihitung, per malam itu hanya Rp1 juta. Lengkap semua dengan makan dan laundry itu sekitar Rp1,6 juta-Rp1,7 juta (per malam). Jadi tentu harganya di bawah tarif biasa,” katanya.

Baca juga
Garuda Diterjang Isu PHK Besar-besaran, Bos Irfan Santai Saja

Maulana menambahkan faktor lain yang membuat tarif berbeda untuk setiap kelas hotel yaitu biaya transportasi dari bandara ke hotel yang menggunakan taksi eksekutif dengan tarif yang lebih tinggi. “Jadi transportasinya khusus, karena harus dipastikan mereka tidak lari kemana-mana, itu sudah SOP dari pemerintah,” katanya.

Daftar hotel karantina yang dikelola Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI), saat ini, mencapai 150 hotel dengan 16.500 kamar.

Secara rinci, tarif karantina untuk 9 malam 10 hari, hotel bintang dua Rp6,7 juta-Rp7,2 juta; hotel bintang tiga Rp7,7 juta-Rp9,1 juta; bintang empat Rp9,2 juta-Rp11,4 juta; bintang lima Rp12,4 juta-Rp16 juta; dan hotel luxury Rp17 juta-Rpp21 juta.

Baca juga
Meski 2021 Ada Corona, Laba Bersih Bank Danamon Melejit 56 Persen

Tarif tersebut sudah termasuk 21 persen pajak dan layanan dan berlaku untuk satu orang. Tarif juga sudah termasuk kamar, makan tiga kali sehari, laundry lima potong pakaian per hari, transportasi bandara ke hotel, tes PCR dua kali (di bandara dan di hotel), termasuk biaya nakes, keamanan dan lab selama di hotel.

Tinggalkan Komentar