Senin, 27 Juni 2022
27 Dzul Qa'dah 1443

Tarif Listrik 3.500 VA ke Atas Naik, PLN Bakal Kebanjiran Surat Protes

Senin, 13 Jun 2022 - 21:53 WIB
Tarif Listrik 3.500 VA ke Atas Naik, PLN Bakal Kebanjiran Surat Protes
Ekonom CELIOS, Bhima Yudhistira.

Kenaikan tarif setrum untuk golongan kaya yakni 3.500 Volt Ampere (VA) ke atas, tidak berdampak kepada kenaikan harga secara signifikan. Tapi, PLN akan jadi bulan-bulanan.

Kepada Inilahcom, di Jakarta, Senin (13/6/2022), Direktur Center of Economic and Law Studies (CELIOS), Bhima Yudhistira tidak mengkhawatirkan soal inflasi. Akan tetapi, menurut Bhima, ada hal yang krusial bakal dialami PLN. “Dampak inflasi relatif kecil. Tapi ada yang perlu diwaspadai khususnya untuk PLN,’ papar Bhima.

Suka atau tidak, kata Bhima, banyak pelaku usaha yang masuk kelompok tarif listrik golongan 3.500 VA. Jadi tidak semua untuk rumah untuk ditingali. Banyak pula rumah yang dibuat sebagai kantor atau tempat usaha.

Baca juga
Ikuti Perintah Jokowi Soal Ekonomi Hijau, BUMN Ini Bangun Green Housing

“Kalaupun rumah tinggal kadang dijadikan kos-kosan, atau kontrakan yang disewakan kepada pekerja. Di sini, PLN harus hati-hati,” paparnya.

Bhima memperkirakan, PLN bakal banyak mendapatkan keberatan dari pelanggan listrik. “Karena pekerja yang upahnya hanya UMP harus menanggung beban listrik tinggi. Karena kebetulan rumah kontrakannya masuk golongan yang tarifnya naik,” pungkasnya.

Mulai Juli 2022, pelanggan setrum rumah tangga golongan 3.500 VA ke atas (R2 dan R3) jangan kaget kalau tagihan melejit. Demikian pula golongan pemerintah (P1, P2 dan P3).

Secara rinci, pelanggan rumah tangga R2 dengan daya 3.500 VA hingga 5.500 VA, dan R3 dengan daya 6.600 VA ke atas, tarifnya disesuaikan dari Rp1.444,70 menjadi Rp1.699,53 per kWh. Dengan kenaikan rekening rata-rata sebesar Rp111.000 per bulan untuk pelanggan R2, dan Rp346.00 per bulan untuk pelanggan R3.

Baca juga
Menteri Erick Banggakan Laba BUMN 2021 tapi Masih Minta Diguyur PMN Rp73,26 Triliun

Sementara pelanggan pemerintah P1 dengan daya 6.600 VA hingga 200 kVA dan P3 tarifnya disesuaikan dari Rp1.444,70 menjadi Rp1.699,53 per kWh. Dengan kenaikan rekening rata-rata sebesar Rp978.000 per bulan untuk pelanggan P1, dan Rp271.000 per bulan untuk pelanggan P3.

Sedangkan pelanggan pemerintah P2 dengan daya di atas 200 kVA, tarifnya disesuaikan dari Rp1.114,74 menjadi Rp1.522,88 per kWh. Dengan kenaikan rekening rata-rata sebesar Rp38,5 juta per bulan. [ikh]

 

Tinggalkan Komentar