TASPEN Reformulasi Strategi Bisnis Pasca New Normal

Direktur Utama Taspen A.n.s Kosasih - inilah.com
Direktur Utama Taspen A.n.s Kosasih

PT TASPEN (Persero) akan melakukan perubahan struktur dan strategi bisnisnya guna bisa bertahan menghadapi perkembangan tren. Namun perubahan itu tidak akan keluar dari jalur bisnis perusahaan.

Direktur Utama TASPEN A.N.S Kosasih mengatakan, dalam kondisi saat ini, TASPEN selalu melakukan perubahan dalam konteks struktur organisasi, proses bisnis, bisnis model hingga corporate culture untuk bisa terus mengikuti perubahan yang terjadi dan tentunya sesuai dengan peraturan dan perundang-undangan yang berlaku.

“Hal ini kami wujudkan guna menciptakan kondisi perusahaan yang stabil dalam segala kondisi, khususnya dalam kondisi pandemi Covid-19. Komitmen ini akan terus kami jalankan guna menciptakan perusahaan yang berkelanjutan dan menciptakan kontribusi yang lebih besar bagi negara Indonesia, khususnya mengenai kesejahteraan pensiunan ASN,” kata Kosasih dalam keterangan persnya, Kamis (25/11/2021).

Baca juga  Erick Thohir: Sinergi BUMDes dan BUMN Perlu Dioptimalkan

Menurutnya, di tengah masa pandemi dan new normal, TASPEN tetap menjalankan roda bisnis secara berkelanjutan dengan menghadirkan berbagai inovasi layanan kepada peserta. Perusahaan melakukan transformasi digital dengan menghadirkan TASPEN One Hour Online Service sebagai salah satu inovasi untuk memudahkan pengurusan klim peserta secara online.

Di samping itu, TASPEN menerapkan Governance, Risk, and Compliance yang semakin kuat dengan pembentukan model Three Lines Of Defense guna mengoptimalkan penerapan pengelolaan risiko dan meningkatkan efektivitas pengendalian internal perusahaan.

“Kondisi pandemi dan era new normal saat ini telah banyak mengubah lanskap perekonomian dan bisnis. Apabila sebuah perusahaan tidak menyiapkan langkah antisipasi, maka dapat menyebabkan penurunan kinerja bahkan perusahaan bisa pailit,” katanya.

Baca juga  Ketika Harga Tinggi, Ekspor Minyak Sawit September Malah Turun

Menghadapi kondisi tersebut, TASPEN selalu mengamati dan berusaha memanfaatkan berbagai peluang investasi dan operasional strategis, dengan mengedepankan prinsip PAHALA yang merupakan singkatan dari Pastikan Aman, Hasil, Likuid, Andal, dan Antisipatif sebagai pedoman dalam menjalankan lini bisnis perusahaan.

Seminar Indonesia Financial Sector Outlook (IFSO) dari Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia (LPPI) ini diselenggarakan untuk menggali potensi inovasi dalam menghadapi peluang dan tantangan dalam menjalankan bisnis di tahun 2022 nanti, terutama berkaitan dengan optimalisasi teknologi digital dan penguatan tata kelola perusahaan pasca pandemi.

Selama masa pandemi, TASPEN menerapkan layanan digital untuk memudahkan peserta, salah satunya dengan menghadirkan digital otentikasi. Layanan ini memungkinkan peserta melakukan otentikasi melalui smartphone dan mengambil hak pensiun langsung melalui ATM.

Baca juga  Bandara Kualanamu Dikelola Konsorsium Asing, Ini Profil Perusahaannya

Untuk menghindari penularan COVID-19, TASPEN meluncurkan layanan TASPEN PESONA (Tanggap Andal Selamatkan Pensiunan dengan Pelayanan Bebas Corona), yakni layanan berbasis daring yang meliputi TOOS (Taspen One-hour Online Service), layanan E-Klim, Tcare, dan Otentikasi Digital.

Tinggalkan Komentar