Tatap Final Liga Champions, Arsenal Punya 3 Misi Bersejarah

Penyerang Arsenal Bukayo Saka berselebrasi bersama rekannya usai menjebol gol kemenangan ke gawang Atletico Madrid pada semifinal Liga Champions di Stadion Emirates. (Foto: UEFA)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com
Arsenal kini menatap akhir musim yang bisa menjadi paling bersejarah dalam dua dekade terakhir. Kemenangan 1-0 atas Atletico Madrid di Stadion Emirates, Selasa (5/5/2026), mengantar The Gunners ke final Liga Champions untuk kali pertama sejak 2006.
Bukayo Saka menjadi pahlawan setelah menyontek bola muntahan tendangan Leandro Trossard yang ditepis Jan Oblak pada menit ke-45. Gol tunggal itu memberi Arsenal kemenangan agregat 2-1 atas Los Rojiblancos.
Ini menjadi penampilan kedua Arsenal di partai puncak Liga Champions. Pada final 2006 di Stade de France, klub London tersebut takluk dari Barcelona dan harus puas sebagai runner-up.
The Gunners akan bertanding di final yang dihelat di Budapest, Hongaria, pada 30 Mei mendatang. Lawan Saka dan kawan-kawan akan ditentukan dari laga semifinal kedua Paris Saint-Germain melawan Bayern Muenchen di Munchen, Rabu (6/5) malam.
Malam Bersejarah di Emirates
Manajer Arsenal Mikel Arteta tak mampu menyembunyikan kebahagiaannya usai laga. Ia menyebut atmosfer yang tercipta di sekitar Stadion Emirates sangat spesial.
"Ini malam yang luar biasa. Kami kembali menorehkan sejarah bersama-sama, dan saya tidak bisa lebih bahagia, lebih bangga untuk semua orang yang terlibat di klub ini," kata Arteta dalam konferensi pers.
"Cara kami disambut di luar stadion sangat istimewa dan unik. Atmosfer dan dukungan suporter menciptakan energi yang luar biasa. Saya tidak pernah merasakan hal seperti itu di stadion."
Bagi Saka, gol ini menjadi torehan ke-13 di Liga Champions bersama Arsenal. Pencapaian itu menempatkannya bersama tiga pemain lain di posisi keempat daftar pencetak gol terbanyak klub di kompetisi tersebut.
"Ini sangat indah. Kalian bisa melihat artinya ini bagi kami, bagi para fan. Kami semua sangat bahagia," ujar Saka kepada Amazon Prime.
Tiga Langkah Menuju Sejarah
Arsenal kini berada satu langkah dari trofi Liga Champions perdana dan tiga langkah dari gelar Premier League pertama dalam 22 tahun terakhir.
The Gunners dipastikan menjadi juara Liga Inggris jika memenangi tiga laga sisa. Skenario tersebut terbuka lebar setelah Manchester City hanya mampu bermain imbang 3-3 di markas Everton, Senin lalu.
"Semua orang bisa merasakan pergeseran energi, keyakinan, dalam segala hal," ujar Arteta. "Mari kita gunakan dengan benar dan pahami bahwa perbedaan dan kesulitan dari apa yang ingin kami capai sangat besar, tapi kami memiliki kemampuan dan keyakinan untuk melakukannya."
Saka baru berusia empat tahun saat Thierry Henry dan kawan-kawan kalah dari Barcelona di Paris pada 2006. Lulusan akademi Arsenal itu kini berkesempatan memperbaiki kegagalan tersebut bersama klub yang ia bela sejak usia delapan tahun.
Pertahanan Solid Jadi Modal
Atletico Madrid harus melanjutkan penantian gelar Liga Champions perdana. Tim asuhan Diego Simeone telah dua kali mencapai final, yakni pada 2014 dan 2016, namun selalu kalah dari rival sekota Real Madrid.
Sepanjang laga, Atletico beberapa kali mengeluhkan keputusan wasit Daniel Siebert. Mereka meminta penalti saat Giuliano Simeone terjatuh akibat tekel Gabriel Magalhaes, dan ketika Antoine Griezmann dijatuhkan Riccardo Calafiori. Kedua klaim tersebut tidak digubris wasit.
Sebaliknya, Arsenal juga sempat menuntut penalti pada menit ke-35 saat Griezmann menjatuhkan Trossard di kotak terlarang. Keputusan wasit tetap konsisten untuk melanjutkan permainan.
Striker Arsenal Viktor Gyokeres sebenarnya memiliki peluang emas menggandakan keunggulan pada menit ke-66. Memanfaatkan umpan silang Piero Hincapie, tendangan kakinya melambung di atas mistar gawang.
Saat itulah Griezmann ditarik keluar bersama Julian Alvarez yang masih dibekap cedera. Bagi Griezmann, laga tersebut menjadi penampilan terakhirnya di Liga Champions bersama Atletico sebelum hijrah ke Orlando City pada musim panas.
Statistik Mengesankan
Pertahanan Arsenal kembali tampil tangguh sepanjang pertandingan. Mereka mencatat clean sheet di seluruh laga kandang pada babak gugur.
The Gunners juga hanya kebobolan empat gol di babak liga, jumlah terendah di kompetisi. Capaian itu diraih dengan sapu bersih kemenangan dari delapan pertandingan.
Arsenal kini akan melaju ke final dengan status tak terkalahkan di Liga Champions musim ini.
"Lebih mudah diucapkan daripada dilakukan," ujar Saka mengomentari kemampuan timnya menjaga keunggulan. "Pertandingan ini penuh tekanan, sangat berarti bagi kedua tim, dan kami berhasil mengelolanya dengan baik untuk lolos ke final. Kami senang."
Final di Budapest dipastikan menyajikan kontras gaya permainan, terlepas dari siapa pun lawan Arsenal nantinya
Tambahkan Inilah.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.