Kamis, 08 Desember 2022
14 Jumadil Awwal 1444

Tebar Ancaman PHK, Presiden Buruh: Pengusaha Jangan Cengeng

Kamis, 17 Nov 2022 - 18:30 WIB
Presiden Partai Buruh, Said Iqbal sebut rencana demo Balai Kota DKI pada Kamis (1/12/2022). Lantaran tak puas dengan kenaikan UMP 2023, Jakarta, Rabu (30/11/2022). (Foto: Disway).

Bikin gaduh isu PHK di tengah kuatnya kuatnya tuntutan kenaikan upah 13 persen, diduga sengaja dimainkan pengusaha. Targetnya, buruh luluh dan menerima keputusan upah 2023 rendah.

Presiden Partai Buruh Said Iqbal, menduga pengusaha tengah menjalankan politik intimidasi. Melalui isu-isu PHK. “Sekarang tanya saja ke Pak Anton Supit yang menyampaikan informasi PHK 25.700 buruh sepatu. Apa nama perusahaannya? Di mana PHK segede itu? Itu semuanya bohong. Politik intimidasi itu,” tegasnya dalam webinar, Jakarta, dikutip Kamis (17/11/2022).

Said yang juga Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) menduga, permintaan ekspor turun dampak ketidakpastian ekonomi global. Kini, pembeli dari luar, sedang menghabiskan persediaan atau stok. “Tapi, buruh tidak di-PHK tapi dirumahkan. Ketika normal, mereka kembali kerja lagi di pabrik. Mereka kan ingin buruh ketakutan. Agar perjuangan menuntut kenaikan upah yang layak, gembos,” ungkapnya.

Baca juga
Kamrussamad Ingatkan Sri Mulyani, Jangan Remehkan Resesi Ekonomi

Sebelumnya, Menteri Keuangan Sri Mulyani merasa kaget mendengar turnnya permintaan ekspor tekstil. Berdasarkan data Kementerian Keuangan (Kemenkeu), ekspor HS 62 untuk pakaian dan aksesoris (rajutan) tumbuh 19,4 persen. Sedangkan HS 62 untuk pakaian dan aksesoris (non rajutan) tumbuh 37,5 persen, dan HS 64 untuk alas kaki tumbuh 41,1 persen.

“Saya percaya data Bus Sri Mulyani akurat. Anggota KSPI kan masuk Srikat Pekerja Nasional (SPN). Tersebar di mana-mana. Enggak ada PHK tuh. kalau dirumahkan, memang ada,” tuturnya.

Selanjutnya, Said menyebut Sritex sebagai industri tekstil yang inovatif. Ketika permintaan dunia menurun, Sritex membidik pasar domestik. “Beberapa hari lalu dalam konferensi Labour-20 (L-20), info dari kawan-kawan Asia Selatan, seperti Banglades, Srilangka dan Turki, industri turun. Ini momentum, datangi buyer di negara itu. Saya yakin masih ada permintaan,” tuturnya.

Baca juga
Partai Buruh Samakan Tragedi Wadas Zaman Ganjar dengan Kedung Ombo Era Soeharto

Dia pun miris dengan perilaku sebagian pengusaha sektor garmen, tekstil dan sepatu yang dinilainya cengeng. Sejak pandemi COVID-19, pemerintah telah menggelontorkan banyak insentif yang nilainya ratusan triliun. m”Jadi pengusaha jangan cengen. Ini asosiasi sepatu dan tesktil pengurusnya cengen. Sudah dapat tax amentsy, tax holiday, restrukturisasi utang dan 3 tahun tak naik upah,” kata Said.

 

Tinggalkan Komentar