Rabu, 30 November 2022
06 Jumadil Awwal 1444

Tegas! NasDem Persilakan Kader Keluar Partai jika Tak Setuju Pencapresan Anies

Rabu, 05 Okt 2022 - 15:24 WIB
Politisi Partai Nasional Demokrat (NasDem) Zulfan Lindan dalam diskusi Inilah.com dengan tema ‘Diusung NasDem, Masihkan Anies Bisa Dijegal KPK?’, di Petra Restaurant, Jakarta Selatan, Rabu (5/10/2022). (Foto: Inilah.com/ M. Harris)
Politisi Partai Nasional Demokrat (NasDem) Zulfan Lindan dalam diskusi Inilah.com dengan tema ‘Diusung NasDem, Masihkan Anies Bisa Dijegal KPK?’, di Petra Restaurant, Jakarta Selatan, Rabu (5/10/2022). (Foto: Inilah.com/ M. Harris)

Politisi Partai Nasional Demokrat (NasDem) Zulfan Lindan secara tegas mengatakan pihaknya membuka pintu bagi siapa saja elite partai yang tak setuju dengan pencapresan Anies Baswedan di kontestasi Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024.

“Kalau tidak setuju dengan Anies silakan saja kalau mau keluar. Tapi yang dukung Anies juga banyak,” kata Zulfan saat membuka diskusi Inilah.com dengan tema ‘Diusung NasDem, Masihkah Anies Bisa Dijegal KPK?’, di Petra Restaurant, Jakarta Selatan, Rabu (5/10/2022).

Zulfan mengakui sejak NasDem mulai menjatuhkan pilihan terhadap Anies, ada dua elite partai yang memilih mundur dari intitusi politik pimpinan Surya Paloh itu.

Baca juga
Bentuk Simpati ke Korban, Yosi Kembalikan Rp115 Honor dari DNA Pro

“Kalau NasDem keluar masuk itu biasa dua bulan sebelum kita mengusung Anies, ada dua wali kota yang mundur. Masuk ke Perindo misalnya. Itu biasa saja jadi enggak usah repot,” tegas Zulfan.

Beredar kabar, dua kader NasDem, yaitu Andreas Acui Simanjaya dari Kalimantan Barat dan tokoh perempuan asal Bali Niluh Djelantik mundur dari partai setelah Anies dideklarasikan sebagai capres NasDem.

“Yang saya tahu baru dua. Baru dari Bali kemudian di Kalimantan menurut saya biasa-biasa saja, kerja terus, karena NasDem udah memutuskan Anies untuk jadi capres,” ungkapnya.

Diskusi antara Zulpan dan lima nara sumber lainnya yaitu Rocky Gerung, Founder & CEP Polmark Indonesia Eep Saefullah Fatah, Ketua GP Mania Imanuel Ebenzer, Ketua Perkumpulan Kader Bangsa Dimas Oky Nugroho, dan Pengamat Politik Tjipta Lesmana.

Tinggalkan Komentar