Tekad Anak Indonesia Jadi Dokter Goyah Karena Biaya

Tekad Anak Indonesia Jadi Dokter Goyah Karena Biaya - inilah.com

Salah satu siswa bernama Aurora Talitha Siregar pelajar dari SMPN 21 Pontianak, ragu dengan cita-citanya sebagai dokter. Dalam pikiran Aurora biaya sekolah untuk menjadi seorang dokter cukup mahal. Sementara orang tua Aurora tak mampu secara finansial untuk mengantarkan dia menggapai mimpinya.  Ketakutan itu mengurungkan tekadnya menjadi seorang dokter di republik ini. 

Kekhawatiran Aurora Direspon


Kekhawatiran Aurora direspon Sandiaga Uno Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta itu berjanji memberikan beasiswa agar Aurora bisa terus sekolah mengejar impiannya menjadi seorang dokter. 

“Assalamualaikum Aurora apa yang mau disampaikan, saya dengar cita-citanya sangat mulia waktu itu mau jadi dokter ya, kenapa nggak jadi,” tanya Sandi.

Baca juga  Darul Arqam Apresiasi Kepedulian Alumni untuk Naufan

“Karena untuk menjadi seorang dokter harus kuliah dan mengeluarkan biaya yang banyak orang tua saya nggak mampu,” jawab Aurora.

“Aurora kita sekarang lagi kekurangan dokter karena kita sedang menghadapi pandemi dan kesehatan ini menjadi utama, kalau saya dapatkan beasiswa untuk Aurora, apakah Aurora mau belajar yang tekun untuk menjadi seorang dokter?,” kata dia.

“Iya mau,” jawab Aurora.

Sementara itu Co-founder Kahmipreneur George Edwin, menuturkan saat pandemi Covid-19 salah satu yang sangat terdampak adalah pedagang kecil dan berimbas kepada anak-anaknya. Mereka harus menyesuaikan dengan kebijakan saat pandemi. Banyak terkendala seperti, kuota dan handphone yang tak ada.

Baca juga  Lawan Covid-19, Bantu Sesama

“Dan ini telah sampai ke gelombang ketiga, insha Allah beasiswa tepat sasaran untuk anak-anak pedagang kecil yang terdampak Covid-19,” tutup dia.

Sebanyak 1.000 anak-anak pedagang kecil  mendapat beasiswa dari program Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif dengan Kahmipreneur. Pembagian beasiswa ini merupakan gelombang ketiga. Total kuota beasiswa khusus untuk pelajar SD, SMP, SMA dan Mahasiswa yang sudah diseleksi dari 34 provinsi. 

Tinggalkan Komentar