Sabtu, 28 Mei 2022
27 Syawal 1443

Tekan Kenaikan Harga, Distan Mataram Sebar 28 Ton Daging Sapi Beku Impor

Tekan Kenaikan Harga, Distan Mataram Sebar 28 Ton Daging Sapi Beku Impor

Dinas Pertanian (Distan) Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat mulai mendistribusikan 28 ton daging sapi beku impor. Pendistribusian daging sapi beku impor ini untuk mencegah kenaikan harga saat permintaan mulai tinggi.

“Lama tidak berkegiatan, kondisi kegiatan sosial masyarakat saat ini seperti balas dendam sehingga permintaan daging masih tinggi,” kata Kepala Dinas Pertanian Kota Mataram H Mutawalli di Mataram, Rabu (11/5/2022).

Ia mengatakan permintaan daging untuk kegiatan selamatan juga akan meningkat setelah adanya kebijakan pemerintah untuk pemberangkatan jemaah calon haji musim haji 2022.

“Tradisi kita di Lombok, sebelum berangkat jemaah calon haji akan melakukan ‘roah’ atau selamatan dirangkaikan dengan zikir dan doa serta makan-makan,” katanya.

Baca juga
Harga Daging Sapi dan Ayam di Temanggung Sudah Mulai Turun Lagi

Saat ini, dalam kondisi normal kebutuhan daging di Kota Mataram mencapai 100 ton sampai 125 ton per bulan. Dengan ketentuan, 25 ton daging beku impor dan 100 ton daging lokal atau target 1.000 ekor sapi per bulan.

Namun, karena adanya kegiatan MotoGP, tahun baru, puasa dan Lebaran Idul Fitri dan Lebaran Ketupat, pihaknya memberikan rekomendasi tambahan kuota daging impor dua kali lipat.

“Ternyata itu masih kurang, bahkan stok daging beku di pengusaha saat ini sudah habis dan mereka minta nambah. Karena itulah, kita kasih 28 ton,” katanya.

Sebelumnya, untuk kebutuhan Idul Fitri 1443 Hijriah, Distan telah mendatangkan 60 ton daging sapi beku impor secara bertahap, yakni 20 ton dan 40 ton, untuk memenuhi pasokan.

Baca juga
IHSG Berlanjut Naik, Ini Panduan untuk Saham PTBA, ANTM, dan MNCN

Pertimbangan penambahan pasokan itu karena kebutuhan daging untuk lebaran yang cukup panjang, termasuk untuk perayaan “Lebaran Topat” atau Ketupat yang dirayakan seminggu setelah Idul Fitri.

“Selain itu, stok daging impor dimaksudkan untuk menstabilkan harga saat permintaan tinggi. Termasuk kondisi saat ini, permintaan masih tinggi,” katanya.

Mutawalli memaparkan harga daging beku impor memang relatif lebih murah yakni sekitar Rp90.000 per kilogram, sedangkan daging segar lokal mencapai Rp125.000 sampai Rp130.000 per kilogram.

Daging beku memiliki pangsa pasar berbeda karena untuk kebutuhan hotel, restoran dan katering. Namun ada juga dijual di pasar tradisional agar masyarakat memiliki alternatif.

Tinggalkan Komentar