Selasa, 17 Mei 2022
16 Syawal 1443

Tekan Tingkat Diabetes dan Obesitas Indonesia, CISDI Minta Pemerintah Terapkan Cukai MBDK

CISDI- inilah.com
Center for Indonesia’s Strategic Development Initiatives (CISDI) (Foto tangkapan layar)

Pendiri Center for Indonesia’s Strategic Development Initiatives (CISDI) sekaligus penasihat senior bidang Gender dan Pemuda untuk Dirjen WHO, Diah Satyani Saminarsih meminta pemerinta Indonesia untuk segera menerapkan kebijakan Cukai Minuman Berpemanis dan Kemasan (MBDK) demi menekan tingkat diabetes dan obesitas di Tanah Air.

“Penerapan cukai bagi MBDK di beberapa negara sejalan dengan tujuan utama CISDI untuk memperkuat sistem kesehatan Indonesia dan tentunya penyakit tidak menular atau penyakit kronis merupakan salah satu beban penyakit yang tertinggi,” tutur Diah dalam pertemuan secara virtual, Kamis (31/3/22).

“Untuk itu kami merekomendasikan pemerintah segera menerapkan cukai MBDK pada semua produk tanpa kecuali dan serentak, meliputi semua minuman berpemanis dalam bentuk gula asli maupun tambahan pangan. Tarif cukai terbaik adalah minimum 20% dari harga produk MBDK dan diterapkan secara multi-layer berdasarkan kandungan pemanisnya,” tegasnya.

Baca juga
Putuskan Kontrak, F1 Resmi Hapus GP Rusia dari Kalender

Rekomendasi penerapan cukai MBDK ini semula berakar dari meningkatnya konsumsi produk MBDK di Indonesia sebanyak 15 kali lipat dalam kurun waktu dua dekade terakhir. Tingginya konsumsi MBDK berkontribusi pada naiknya angka risiko obesitas dan penyakit tidak menular (PTM), seperti diabetes, kerusakan liver, ginjal, penyakit jantung, serta beberapa jenis kanker.

Manajer Riset dari CISDI, Gita Gusnadi juga menaruh perhatian yang sama. Dirinya menyampaikan bahwa penerapan cukai pada MBDK akan berdampak baik bagi pola konsumsi masyarakat tanah air, terlebih warga tingkat menengah ke bawah.

“Penerapan cukai ini sebetulnya bisa mendorong masyarakat untuk merubah perilaku serta membantu mereka terutama bagi kelompok yang rentan seperti masyarakat yang memiliki penghasilan menengah ke bawah hingga anak-anak untuk mengurangi akses terhadap produk membahayakan,” tambah Gita.

Baca juga
Ojol Sindir Karyawan Pertamina yang akan Mogok Kerja

Pemerintah diketahui memang sudah melakukan upaya edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat akan bahaya mengkonsumsi gula secara berlebihan. Namun menurut CISDI hal tersebut terbilang masih belum cukup untuk menekan resiko diabetes hingga obesitas di Indonesia.

Faktanya tujuh dari 10 kematian di Indonesia disebabkan oleh penyakit tidak menular. Berdasarkan angka tersebut, diabetes berada di urutan ketiga dengan obesitas sebagai dalang timbulnya penyakit tersebut.

Angka obesitas di Indonesia juga terbilang meningkat setiap tahunnya. Tercatat sejak tahun 2007 yang menyentuh 10,5 persen meningkat menjadi 21,8 persen di tahun 2018. [inu]

Tinggalkan Komentar