Sabtu, 21 Mei 2022
20 Syawal 1443

Teken PKP dengan Kemenkop, Bank DKI Akan Salurkan KUR Rp1 Triliun

Teken PKP dengan Kemenkop, Bank DKI Akan Salurkan KUR Rp1 Triliun
Direktur Kredit UMK & Usaha Syariah Bank DKI Babay Parid Wazdi (kanan) bersama Deputi Bidang Usaha Mikro Kemenkop UKM Eddy Satriya saat Penandatanganan PKP Kemenkop UKM-Bank DKI.

Kementerian Koperasi dan UKM atau Kemenkop dan Bank DKI menandatangani Perjanjian Kerjasama Pembiayaan (PKP) dalam rangka subsidi bunga/margin Kredit Usaha Rakyat (KUR).

Kemekop dan UMK mempercayakan kepada Bank DKI untuk menyalurkan KUR sebesar Rp1 triliun untuk tahun 2022 ini ke UMK yang membutuhkan di sekitar wilayah DKI Jakarta.

Direktur Kredit UMK & Usaha Syariah Bank DKI, Babay Parid Wazdi mengatakan akan menjalankan kepercayaan dari Kemenkop dan UKM untuk menyalurkan KUR kepada para UMK di wilayah Jakarta sebaik-baiknya.

“Kami berterimakasi keapda pak Eddy (Deputi Bidang Restrukturisasi Usaha) dan tim karena kami dapat kepercayaan untuk mengucurkan KUR sebesar Rp1 triliun, salam dari pak Gubernur, beliau senang sekali pak, karena ini dulu belum dapat sekarang sudah dapat,” kata Babay di Gedung Kemenkop dan UKM, Senin (7/2/2022).

Baca juga
Luncurkan Tabungan Pajak, Bank DKI Bidik 10 Ribu Nasabah

Dia mengatakan, pihaknya sudah melakukan mapping bisnis UMK yang nantinya akan menjadi anggota penerima bantuan KUR ini. Munurut Babay dengan mapping bisnis ini kemungkinan adanya kredit macet sangat kecil.

Bank DKI melakukan mapping terhadap 108.000 pedagang di Pasar Jaya. Dari mapping itu terdapat pedagang yang berpotensi menjadi penerima bantuan KUR dari Kemenkop dan UKM. Proses mapping yang dilakukan Bank DKI dengan beberapa tahap salah satunya melihat dari kelancara mereka membayar iuran.

“Nah nanti mereka itulah yang akan kita berikan kredit. Terus ada juga nasabah-nasabah di lingkungan Pasar. Nah di luar kita sudah petakan dan potensi-potensinya sudah kita petakan. Kemudian ada vendor-vendornya kita sudah petakan,” katanya.

Baca juga
Bank DKI Perluas Kredit Konsumen ke Luar Lingkungan Pemprov DKI Jakarta

Babay mengatakan, kepercayaan sebagai penyalur KUR ini adalah kali keduanya setelah sebelumnya pada tahun 2013-2014 sempat terhenti karena beberapa kendala teknis.

“Tapi tahun ini alhamdulillah sudah ada perbaikan-perbaikan sehingga kita bisa memperoleh KUR kembali dan kita sudah melakukan bisnis maping,” katanya.

Babay memastikan pihaknya memegang azas kehati-hatian dalam penyaluran KUR ini. Sebab Bank DKI sudah punya pengalaman dalam dana Penyaluran Ekonomi Nasional (PEN) dari pemerintah. Dalam penyaluran itu, Bank DKI berhasil memenuhi target.

“Insya Allah ini nanti kita lakukan dengan sangat hati-hati tapi juga targer Rp1 triliun ini terlampaui. Kemarin kita juga dapat PEN Rp2 triliun, kita kucurkan sebesar Rp5,3 trilun dan alhamdulillah pak, NPL kita 0 dan uang Rp2 triliunnya sudah kita kembalikan lagi ke pemerintah,” katanya.

Tinggalkan Komentar