AdvertisementAdvertisement
Selasa, 10 Maret 2026 | 20 Ramadan 1447
main-logo

main-logo
inilah.comototeknocyberlifeMicrosoft dan Apple Kompak "Usir" Chrome, Dalih Keamanan Jadi Senjata Utama

Microsoft dan Apple Kompak "Usir" Chrome, Dalih Keamanan Jadi Senjata Utama

Ibnu Medium.jpeg
Jumat, 19 Desember 2025 - 16:12 WIB
Share
Ilustrasi. (Foto: Neowin)

Ilustrasi. (Foto: Neowin)

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung
Ukuran Font
KecilBesar

Dominasi Google Chrome di jagat internet sedang digempur habis-habisan dari dua sisi. Setelah pembaruan sistem operasi terbaru, Microsoft kini secara agresif menampilkan notifikasi kepada pengguna Windows untuk berhenti mengunduh Google Chrome.

Langkah berani ini bukan sekadar rekomendasi halus, melainkan upaya sistematis raksasa teknologi asal Redmond itu untuk memaksa pengguna tetap berada di dalam ekosistem mereka melalui peramban Microsoft Edge.

Narasi Berubah: Dari "Sama" Menjadi "Lebih Aman"

Melansir laporan Forbes, Selasa (16/12), Microsoft mengubah total strategi komunikasinya. Jika sebelumnya mereka kerap mempromosikan Edge dengan narasi "dibangun di atas basis Chromium yang sama dengan Chrome" untuk menarik pengguna yang ragu, kini narasi itu dibuang.

Microsoft kini beralih ke pendekatan ketakutan (fear appeal) dengan menekankan isu privasi dan keamanan siber. Dalam notifikasi terbarunya, Microsoft mengklaim Edge sebagai peramban terlengkap dengan fitur private browsing, pemantauan kebocoran password, dan perlindungan aktif terhadap ancaman siber yang diklaim tidak sekuat kompetitornya.

Taktik ini langsung menuai kecaman keras dari Aliansi Pilihan Browser, kelompok advokasi yang beranggotakan pengembang peramban independen.

"Microsoft seharusnya berpihak pada pengguna, bukan mendaur ulang pop-up lama dengan pesan baru yang menyesatkan demi merusak pilihan konsumen dan menghalangi kompetisi," tegas perwakilan aliansi tersebut.

Apple Ikut Menyerang: Isu Fingerprinting dan Celah AI

Microsoft tidak sendirian dalam perang ini. Apple, rival abadi Microsoft, justru mengambil langkah serupa di ekosistem iPhone dan Mac. Apple baru-baru ini mengeluarkan peringatan eksplisit agar pengguna menghindari Chrome dan aplikasi Google lainnya demi alasan privasi yang lebih spesifik: Fingerprinting.

Berbeda dengan cookies pelacak yang bisa ditolak pengguna, fingerprinting adalah teknik pelacakan yang mengambil data mikro perangkat (resolusi layar, versi OS, bahasa, hingga level baterai) untuk menyusun "sidik jari digital" unik dari pengguna yang sulit dihindari.

"Safari bekerja mencegah pengiklan menggunakan kombinasi unik karakteristik perangkat Anda untuk melacak Anda," klaim Apple, seraya menyederhanakan konfigurasi sistem agar jutaan perangkat Apple terlihat identik di mata pelacak.

Bahaya Tersembunyi AI Gemini di Chrome

Serangan Apple terhadap Chrome juga menyasar aspek yang sangat relevan di tahun 2025: Keamanan AI. Integrasi mendalam Google Chrome dengan model AI Gemini disebut membuka celah keamanan baru yang dikenal sebagai indirect prompt injection.

Celah ini memungkinkan peretas menyisipkan perintah berbahaya di situs web atau konten pihak ketiga yang, ketika dibaca oleh AI browser, dapat memicu aksi tanpa izin—mulai dari ekstraksi data pribadi hingga inisiasi transaksi finansial.

Google sendiri tidak menampik risiko ini. Raksasa pencarian tersebut mengakui bahwa ancaman injeksi prompt tidak langsung bisa muncul dari konten buatan pengguna atau iframe pihak ketiga. Namun, Google menegaskan telah menyiapkan pertahanan berlapis untuk memitigasi risiko tersebut.

Kekompakan Microsoft dan Apple dalam menyudutkan Chrome menandakan satu hal: Perang browser bukan lagi sekadar soal kecepatan loading halaman, melainkan pertempuran ideologi tentang siapa yang paling berhak mengelola data dan keamanan privasi Anda.

0 suka
0 bookmark
Google

Tambahkan Inilah.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.

Tambahkan Sekarang

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com