Minggu, 26 Maret 2023
04 Ramadhan 1444

Teledor Soal Amdal, Inspektur Tambang Diminta Awasi Pemegang IUP

Minggu, 29 Jan 2023 - 21:48 WIB
Penulis : Ahmad Munjin
Teledor Soal Amdal, Inspektur Tambang Diminta Awasi Pemegang IUP - inilah.com
Aktivitas penambangan perusahaan-perusahaan batu bara di Samarinda, ditengarai hampir sebagian besar belum memenuhi kaidah pelestarian lingkungan. (Foto: iStockphoto.com)

Para inspektur tambang yang ditugaskan di wilayah Samarinda diminta untuk mengawasi secara khusus terhadap perusahaan-perusahaan pemegang Izin Usaha Pertambangan (IUP). Desakan tersebut datang dari Ketua Komisi I DPRD Samarinda Joha Fajal.

“Sebagai wakil rakyat Samarinda, kami meminta kepada inspektur tambang untuk secara khusus mengawasi perusahaan-perusahaan pemegang IUP dalam hal Amdal (Analisis Mengenai Dampak Lingkungan Hidup) maupun reklamasi,” ujarnya di Samarinda, Minggu (29/1/2023).

Dia mengatakan jika dilihat dari aktivitas penambangan perusahaan-perusahaan batu bara di Samarinda, hampir sebagian besar belum memenuhi kaidah pelestarian lingkungan, bahkan dampak buruknya justru dirasakan masyarakat.

Lanjutnya, buntut dari keteledoran komitmen perusahaan pemegang IUP tersebut, salah satunya dampak terjadinya jalan warga yang berdebu seperti yang terjadi di Kecamatan Palaran, kemudian kecelakaan di lubang pascatambang, dan terbaru kecelakaan kerja akibat struktur konsesi tambang yang longsor milik salah satu perusahaan di Kelurahan Bantuas, Kecamatan Palaran.

Baca juga
Tol Cisumdawu Selalu Meleset, Menteri Basuki Deadline Akhir Februari

“Kegiatan penambangan batu bara sangat dekat dengan permukiman warga, hal ini menggambarkan betapa buruknya AMDAL dari perusahaan, sehingga perlu dipertanyakan komitmennya sebelum IUP itu di keluarkan,” tutur Joha.

Dia meminta kepada inspektur tambang jangan sampai lengah mengawasi operasi perusahaan-perusahaan tambang batu bara di wilayah Samarinda.

Termasuk penegasan terhadap perusahaan yang tidak mengindahkan reklamasi pascatambang. Untuk apa lubang bekas galian tambang dibiarkan menjadi kolam, sehingga efeknya akan merugikan masyarakat sekitar.

“Tambang hakikatnya adalah mengeksplorasi sumber alam, namun harus juga diseimbangkan dengan mengembalikannya dalam bentuk penghijauan atau penutupan kembali lubang eks tambang, supaya ada keseimbangan lingkungan,” katanya.

Baca juga
Karut Marut PSE, Netizen Bikin Petisi #BubarkanKemenkominfo

Joha juga meminta kepada pihak kepolisian yang menyelidiki insiden kecelakaan akibat longsornya area tambang, untuk terus melakukan koordinasi dengan inspektur tambang, agar perusahaan tidak hanya menguras kekayaan alam, tetapi juga turut memperhatikan ekologi dan kesehatan keselamatan kerja karyawannya.

Tinggalkan Komentar