Sabtu, 21 Mei 2022
20 Syawal 1443

Telkom Berkomitmen Terus Genjot Digitalisasi Sektor UMKM

Telkom Berkomitmen Terus Genjot Digitalisasi Sektor UMKM - inilah.com
Foto: Telkom

PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk berkomitmen terus mengakselerasi digitalisasi sektor usaha mikro kecil dan menengah (UMKM). Muaranya adalah meningkatkan kesejahteraan para pelaku ekonomi lokal.

‚ÄúDalam mengembangkan usaha perlu inovasi dan penyegaran pola bisnis dari para pelaku UMKM. Khususnya, di masa pandemi ini di mana terjadi perubahan pola konsumsi barang dan jasa masyarakat yang awalnya offline menjadi online,” ujar Senior General Manager Community Development Center Telkom Hery Susanto dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Minggu (27/2/2022).

Hery mengatakan bahwa pelaku UMKM sudah pasti terdampak dan kesulitan dalam menjalankan usaha di saat perekonomian terganggu. Untuk itulah perubahan kondisi yang ada seyogyanya diikuti dengan inovasi pelaku UMKM agar dapat bertahan bahkan berkembang.

Tentunya dengan mengoptimalkan teknologi dan digitalisasi. Di sinilah Telkom memainkan peran untuk mendukung para pelaku ekonomi lokal.

Baca juga
Airlangga: Entrepreneur UMKM Bisa Gali Cuan dari Komoditas Teh, Kopi, dan Kakao

Telkom berkomitmen untuk terus mengakselerasi ekonomi digital melalui digitalisasi di berbagai sektor dan lapisan masyarakat. Pengembangan usaha mikro kecil merupakan salah satu potensi ekonomi yang Telkom dukung untuk meningkatkan kesejahteraan para pelaku ekonomi lokal. Komitmen pengembangan UMK tersebut dapat dilihat dari jumlah mitra binaan Telkom yang tergabung dari seluruh Indonesia dengan berbagai bidang usaha.

Rumah Kopi JR Coffee

Salah satunya di Kota Lampung, mitra binaan Telkom Rumah Kopi JR Coffee. Mitra ini berhasil mengembangkan usaha sekaligus turut memberdayakan masyarakat lokal. Memiliki nama awal Kopi Bubuk Bintang Gajah yang berdiri pada tahun 2002.

JR Coffee menjalankan usaha bersama 8 orang tenaga kerja dari lingkungan sekitar dengan seluruh proses produksi dari roasting hingga pengemasan masih dilakukan secara manual. Dengan total produksi mencapai 500 kg per bulan, proses pembuatan manual membutuhkan waktu yang cukup panjang. Hal ini tentunya menjadi tantangan bagi JR Coffee untuk mengembangkan usahanya lebih besar lagi ke depan.

Baca juga
Usai Lebaran Harga Daging Sapi di Medan Turun Jadi Rp130.000 per Kilogram

Hingga akhirnya, JR Coffee bergabung sebagai mitra binaan Telkom pada tahun 2007 dan mendapatkan dukungan bantuan pinjaman modal usaha. Modal tersebut dimanfaatkan untuk pembelian mesin yang meningkatkan efektifitas produksi hingga satu ton per bulan demi memenuhi permintaan pasar, sekaligus memperluas jangkauan pemasaran.

Tak hanya pemodalan, kini JR Coffee berhasil memasarkan produknya hingga keluar Pulau Sumatera dengan mengikuti berbagai pameran UKM dan berhasil sold out pada setiap kesempatan.

Hery mengatakan bahwa digitalisasi menjadi sebuah kebutuhan penting. Terbukti berkat digitalisasi di masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), sektor UMKM tetap mampu memberikan kenaikan pada pemanfaatan e-learning, e-Commerce, literasi digital, permintaan delivery, dan kebutuhan alat kesehatan/ kebersihan.

Baca juga
Mandiri Institute: Akhir 2021, UMKM Malah Tancap Gas

Namun tidak dapat dipungkiri masih banyak permasalahan digitalisasi yang dialami UMKM, terutama UMKM di beberapa daerah terpencil keterbatasan akses internet masih menjadi kendala. Pemahaman dari pelaku UMKM terhadap teknologi, pemasaran online terbatas, proses produksi dan akses pasar daring yang masih dinilai belum cukup maksimal.

Untuk itu, Telkom sebagai perusahaan telekomunikasi konsisten terus mengakselerasi pemerataan konektivitas sehingga seluruh masyarakat bisa memanfaatkan akses internet untuk kebutuhan sehari-harinya, termasuk dalam menjalankan usaha, sehingga dapat meningkatkan digitalisasi masyarakat dan mempercepat ekonomi digital Indonesia.

Tinggalkan Komentar