Minggu, 26 Juni 2022
26 Dzul Qa'dah 1443

Telur Ayam Hingga Bawang Merah jadi Pemicu Inflasi di Bulan Mei 2022

Kamis, 02 Jun 2022 - 16:51 WIB
Telur Ayam jadi Pemicu Inflasi di Bulan Mei 2022
Telur Ayam

Kepala Badan Pusat Statistik atau BPS Margo Yuwono menyatakan komoditas telur ayam ras, ikan segar dan bawang merah merupakan pemicu terjadinya inflasi pada Mei 2022 yang mencapai 0,4 persen (mtm).

Komoditas telur ayam ras, ikan segar dan bawang merah ini masuk dalam kelompok pengeluaran makanan, minuman dan tembakau yang memberi andil terbesar dari 11 kelompok pengeluaran terhadap inflasi Mei.

“Penyumbang terbesar dari kelompok pengeluaran berasal dari kelompok makanan, minuman dan tembakau dengan andil 0,2 persen,” katanya dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (2/6/2022).

Margo menuturkan telur ayam ras merupakan penyumbang utama terjadinya inflasi secara keseluruhan yaitu memiliki andil sebesar 0,05 persen.

Baca juga
Beruntun dalam 20 Bulan, Neraca Perdagangan RI Surplus US$1,02 Miliar pada Desember 2021

Ia mengatakan berdasarkan hasil pemantauan BPS terhadap 90 kota, hal ini terjadi akibat kenaikan harga pakan ayam dan tingginya permintaan karena adanya kenaikan harga telur ayam ras di berbagai kota.

Sementara kenaikan harga ikan segar memiliki andil sebesar 0,04 persen yaitu diakibatkan oleh cuaca buruk yang melanda di berbagai perairan di nusantara sehingga banyak nelayan yang tidak bisa melaut dan menyebabkan suplai terbatas.

Untuk bawang merah memberikan andil sebesar 0,04 persen karena sedikitnya pasokan bawang merah dari daerah sentra produksi dan belum pulihnya distribusi pascaLebaran.

Selain kelompok pengeluaran makanan, minuman dan tembakau, inflasi Mei sebesar 0,4 persen (mtm) turut dipicu oleh kelompok pengeluaran transportasi dengan andil mencapai 0,08 persen.

Baca juga
Harga Cabai Jakarta Rp125 Ribu/Kg, Badan Pangan Lakukan Ini

Kelompok pengeluaran transportasi sendiri mengalami inflasi sebesar 0,65 persen pada Mei 2022 karena kenaikan tarif angkutan udara dengan andil 0,07 persen.

“Kenaikan tarif angkutan udara terjadi karena tingginya permintaan menjelang Lebaran dan arus balik,” ujar Margo. [ipe]

Tinggalkan Komentar