Sabtu, 03 Desember 2022
09 Jumadil Awwal 1444

Temuan Senjata Satu Kontainer di Lampung, Panglima TNI: Sudah Diselesaikan

Minggu, 24 Jul 2022 - 20:43 WIB
Andika - inilah.com
Suksesi posisi Panglima TNI harus fokus pada kesetaraan peluang. Jangan sampai muncul kesan ada disharmonisasi di internal TNI. (Foto: Inilah.com/arsip)

Penemuan satu kontainer berisikan senjata oleh Bea Cukai di Pelabuhan Panjang Kota Bandar Lampung, Provinsi Lampung mengejutkan aparat Bea Cukai. Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa menegaskan persoalan temuan senjata di Pelabuhan Panjang sudah diselesaikan.

“Sudah selesai, setelah kami konfirmasi ke Kantor Atase Pertahanan Amerika Serikat,” kata Jenderal Andika di Mabes TNI, Jakarta, Minggu (24/7/2022).

Andika menyebutkan senjata itu merupakan bagian dari latihan bersama Garuda Shield, antara Amerika Serikat dan Indonesia. “Itu merupakan miskomunikasi, tetapi bukan sesuatu yang menjadi ilegal,” ujar dia..

Ia menerangkan posedure urgent security clearance atau izin keamanan mendesak merupakan kewenangan Panglima TNI. Kewenangan itu terhadap personel, material berupa senjata atau barang dari militer atau penerbangan negara asing.

Baca juga
Dari Rokok, Brankas Negara Terisi Rp24,79 Triliun

“Mekanismenya dari perwakilan militer negara asing di Indonesia, mengirim surat nota diplomatik ke saya, melaporkan sekaligus mengisi formulir clearance approval for Indonesian Territory (CAIT),” kata Andika.

Menurut dia, tugas perwakilan militer negara asing yang akan menjelaskan, setelah dilakukan konfirmasi, apakah ini masuk dari perangkat material militer untuk pelatihan. “Kalau iya, kita buatkan approval-nya, bahkan itu berlaku untuk kedatangan yang tidak terjadwal, karena sudah ada mekanismenya,” ujarnya.

Sebelumnya, Supervisor Humas dan Pelayanan Pelanggan Pelindo II Panjang, Lampung Frans Rahardian mengatakan bahwa senjata yang berada di dalam Tricon Container US Army memang tidak masuk dalam manifest kapal.

Baca juga
Bea Cukai Berikan Asistensi Ekspor untuk UMKM di Banten dan Pantoloan

“Kontainer berisikan senjata, barang tersebut tidak masuk dalam manifest kapal seperti penumpang, barang bawaan, peralatan dan lain-lainnya,” kata dia

Menurut dia, apabila kontainer senjata-senjata tersebut tidak ada manifestnya, terdapat sejumlah kemungkinan seperti melakukan administrasi ulang atau dipulangkan ke negara asalnya.

“Jadi saya tekankan senjata-senjata hanya tidak ada manifestnya saja. Saat ini barang-barang sedang diurus oleh pihak TNI AD. Terkait hasilnya bagaimana kami juga masih menunggu dari Korem (043 Garuda Hitam Lampung),” kata dia.

Sebelumnya ramai pesan berantai mengenai Bea Cukai Pelabuhan Panjang Lampung yang menyegel 1 tricon container US Army berisi senjata yang tidak tercantum pada daftar izin impor sementara yang diajukan vendor PT JT Square.

Tinggalkan Komentar