Sabtu, 28 Mei 2022
27 Syawal 1443

Temui Rais Aam PBNU, Airlangga Minta Doa Agar Pandemi Segera Selesai

Temui Rais Aam PBNU, Airlangga Minta Doa Agar Pandemi Segera Selesai

Ketua Umum atau Ketum Partai Golkar Airlangga Hartarto bersilaturahmi ke kediaman Rais Aam PBNU KH Miftakhul Akhyar di Surabaya, Sabtu (19/2/2022).

Dalam silaturahminya itu, Menko Perekonomian tersebut didampingi oleh Menpora Zainudin Amali dan Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita. Pertemuan mereka berlangsung secara tertutup.

Usai pertemuan, Airlangga mengatakan tujuannya bertemu dengan KH Miftakhul Akhyar untuk menjalin silaturahmi dan meminta doa agar pandemi COVID-19 ini bisa segera selesai.

“Kami datang ke ponpes beliau karena beliau adalah senior Rais Aam PBNU dan Ketua MUI. Kami silaturahmi terutama mengharap doa dari beliau agar situasi hari ini terkait dengan COVID-19, omicron yang naik lagi semoga bisa diangkat oleh Allah SWT,” kata Airlangga.

Baca juga
Jawa Tengah Jadi Provinsi dengan Kenaikan Tertinggi Kasus Covid-19 Harian

Menurut dia, dampak pandemi sangat besar terutama untuk perkembangan dan kegiatan perekonomian masyarakat. Sehingga, Airlangga berharap pandemi COVID-19 segera berakhir dan kegiatan sosial masyarakat bisa kembali normal.

“Kedua, ketika penyakitnya diangkat tentu kegiatan sosial kemasyarakatan akan tumbuh kembali dan kami sangat berkepentingan, karena Usahan Kecil Menengah ini sangat terganggu oleh Pendemi COVID-19,” terangnya.

Sementara KH Miftakhul Akhyar menyampaikan terima kasih atas kunjungan orang nomor satu di Partai Golkar itu.

Dia mengaku mendapatkan kehormatan bisa dikunjungi seorang menteri dan beberapa pejabat negara lainnya.

“Terimakasih. Saya merasa tersanjung dan sangat dihormati kunjungan Pak Menko Ekonomi Bapak Airlangga, bersama Bapak Menteri Industri, Menteri Pemuda dan Olahraga semuanya, kami mengucapkan trimakasih,” ungkap KH Miftakhul Akhyar.

Baca juga
Airlangga Sebut Pemulihan Ekonomi Inklusif jadi Kepentingan Nasional

KH Miftakhul Akhyar menyebut, Pandemi COVID-19 cukup membuat aktivitas majelis NU terganggu, seperti tahlilan, pengajian yang biasa dilakukan dengan bergerombol.

“Ciri khasnya NU itu kan khoso’is, kerumunan. Kalau kerumunan dilarang, kan gimana lagi,” imbuhnya.

Turut mendampingi Airlangga Hartanto yaitu Ketua Golkar Jatim Sarmuji dan Sekretaris Sahat Tua Simanjuntak.

Tinggalkan Komentar