Minggu, 22 Mei 2022
21 Syawal 1443

Temui Shin Tae-yong dan Ketum PSSI, Menpora Janji Kebut Naturalisasi Sandi Walsh dan Jordi Amat

Menpora - inilah.com
Foto Kemenpora

Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali berjanji akan membantu untuk mempercepat proses naturalisasi (pewarganegaraan) dua pesepak bola keturunan Indonesia Sandy Walsh dan Jordi Amat agar mereka dapat segera memperkuat tim nasional.

“Karena ini mendesak, insyaallah kami akan membantu untuk mempercepatnya,” ujar Menpora usai pertemuan dengan PSSI dan pelatih timnas Indonesia Shin Tae-yong di Gedung Kemenpora, Jakarta, Kamis.

Meski demikian, Zainudin Amali belum dapat memastikan kapan semua tahap naturalisasi itu selesai karena berkaitan dengan upaya beberapa pihak.

Untuk dapat menjadi warga negara Indonesia, seseorang mesti mendapatkan persetujuan dari Kementerian Hukum dan HAM sampai Presiden Republik Indonesia.

Baca juga
Manchester United Resmi Berhentikan Ole Gunnar Solskjaer

“Saya tidak bisa menyampaikan waktu tuntasnya kapan,” tutur Menpora.

PSSI sendiri menargetkan para pemain naturalisasi dapat membela timnas Indonesia pada Piala AFF pada akhir tahun 2022.

Karena itulah, Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan mengapresiasi bantuan Menpora Zainudin Amali agar naturalisasi tersebut dapat segera tuntas.

“Kami mengapresiasi respons Menpora. Dengan proses yang dibantu Menpora, semoga mereka (Sandy Walsh dan Jordi Amat-red) dapat segera bergabung dengan timnas kita,” tutur Iriawan.

Sandi Walsh (26 tahun) merupakan pemain yang berposisi sebagai bek kanan. Sekarang dia memperkuat klub Liga Belgia KV Mechelen.

Lalu Jordi Amat adalah bek tengah berumur 29 tahun dan membela klub Liga Belgia KAS Eupen.

Baca juga
Foto: Nelangsa Italia di Piala Dunia

Sebelumnya, PSSI ingin menaturalisasi beberapa pemain berdarah Indonesia. Selain Sandy Walsh dan Jordi Amat, dua bek yang masing-masing berkewarganegaraan Belanda dan Spanyol, ada dua nama lain seperti Mees Hilgers (Belanda) serta Kevin Diks (Belanda).

Namun, dua nama terakhir itu kemungkinan tidak dinaturalisasi lantaran dianggap belum menunjukkan keseriusan menjadi warga negara Indonesia.

“Yang dua lainnya, keluarga mereka tak mengizinkannya. Kami pun tidak memaksa,” kata Iriawan.

Tinggalkan Komentar