Sabtu, 02 Juli 2022
03 Dzul Hijjah 1443

Temukan Aktivitas Melanggar, Menwa UNS Dibekukan Pasca Meninggalnya Gilang Saputra

Minggu, 31 Okt 2021 - 08:21 WIB
Penulis : Ivan Setyadhi
Temukan Aktivitas Melanggar, Menwa UNS Dibekukan Pasca Meninggalnya Gilang Saputra - inilah.com
Resimen Mahasiswa (Menwa) Universitas Sebelas Maret (UNS)

Rektor Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, Prof Jamal Wiwoho membekukan organisasi kemahasiswaan (Ormawa) Korps Mahasiswa Siaga Batalyon 905 Jagal Abilawa UNS atau yang sering disebut Resimen Mahasiswa (Menwa) UNS.

Pembekuan Menwa UNS yang tertuang dalam Surat Keputusan (SK) Rektor UNS Nomor 2815/UN27/KH/2021 tertanggal 27 Oktober 2021 itu menyusul meninggalnya Gilang Endi Saputra (22), saat menjalani yang pendidikan dan latihan dasar (Diklatsar) Menwa UNS.

Berdasarkan SK Rektor UNS tersebut, Menwa UNS atau Korps Mahasiswa Siaga Batalyon 905 Jagal Abilawa UNS dilarang melakukan aktivitas apa pun. Pembekuan tersebut ditindaklanjuti dengan pemantauan dan evaluasi lebih lanjut mengenai keberadaan Korps Mahasiswa Siaga Batalyon 905 Jagal Abilawa sebagai salah satu organisasi kemahasiswaan di lingkungan UNS.

Baca juga
Mahasiswa IPB Ditemukan Meninggal di Kebun Percobaan, Diduga Digigit Ular

Ketua Tim Evaluasi Korps Mahasiswa Siaga Batalyon 905 UNS, Sunny Ummul Firdaus mengatakan keputusan untuk membekukan Korps Mahasiswa Siaga Batalyon 905 Jagal Abilawa tersebut diambil setelah Rektor UNS menerima rekomendasi yang diberikan oleh Tim Evaluasi Korps Mahasiswa Siaga Batalyon 905 UNS.

“Berdasar hasil pemeriksaan atas fakta-fakta berupa dokumen-dokumen dan keterangan dari beberapa pihak, Tim Evaluasi menyimpulkan bahwa telah terjadi aktivitas yang melanggar ketentuan yang telah ditetapkan dalam Surat Ijin Kegiatan (SIK) Pendidikan dan Latihan Dasar Pra Gladi Patria XXXVI Korps Mahasiswa Siaga Batalyon 905 Jagal Abilawa UNS,” terang Sunny Ummul Firdaus, Ketua Tim Evaluasi Korps Mahasiswa Siaga Batalyon 905 UNS dalam keterangan persnya, Sabtu (30/10/2021).

Tim Evaluasi Korps Mahasiswa Siaga Batalyon 905 UNS dibentuk oleh Rektor UNS sehari setelah insiden yang menyebabkan meninggalnya Gilang Endi Saputra, yang merupakan salah satu peserta Diklatsar Pra Gladi Patria XXXVI Korps Mahasiswa Siaga Batalyon 905 Jagal Abilawa UNS. Tim Evaluasi UKM Korps Mahasiswa Siaga Batalyon 905 UNS dibentuk melalui Surat Tugas nomor 4461/UN27/KP/2021 tanggal 25 Oktober 2021. Tim ini terdiri atas enam dosen dari berbagai fakultas di lingkungan UNS, meliputi Fakultas Hukum (FH), Fakultas Kedokteran (FK), Fakultas Teknik (FT), Fakultas Ilmu Budaya (FIB) dan Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (FISIP).

Baca juga
Kemendikbud Minta Investigasi Usut Kematian Lala UPN Veteran

Untuk mempermudah proses penyelidikan yang dilakukan polisi, panitia dan peserta Diklatsar berada di asrama. “Ini untuk memudahkan pihak kepolisian dalam menyelesaikan kasus ini,” terang Sunny.

“Jadi sewaktu-waktu dipanggil itu mereka siap hadir dan siap ada. Jadi cepat jika pihak kepolisian membutuhkan keterangan,” sambungnya.

Ada 17 panitia dan 11 peserta yang semuanya di berada asrama.”Ini sampai prosesnya selesai. Sampai pihak kepolisian mengatakan ini cukup untuk proses penyelidikan,” katanya.

Meski dalam proses masih dimintai keterangan, mereka semua masih bisa tetap mengikuti perkuliahan secara daring. Karena memang saat ini untuk perkuliahan di UNS masih dilakukan secara daring.

Baca juga
Kemendikbud Minta Investigasi Usut Kematian Lala UPN Veteran

Selama proses penyidikan, para orang tua atau wali mahasiswa diperkenankan untuk menjenguk.”Boleh dijenguk. Jangankan para wali, kita juga boleh kesana,” tandasnya.

Tinggalkan Komentar