Kamis, 19 Mei 2022
18 Syawal 1443

Tepat di Hari Kartini, Futri Zulya dan Zita Anjani Lahirkan Novel Rantau yang Inspiratif

Tepat di Hari Kartini, Futri Zulya dan Zita Anjani Lahirkan Novel Rantau yang Inspiratif
Foto: Inilah.com

Kakak beradik Futri Zulya dan Zita Anjani, berinisiatif menulis sebuah novel berjudul Rantau. Mereka terinspirasi dari kisah nyata perjalanan hidup sang ayah, yakni Ketua Umum DPP PAN, Zulkifli Hasan.

Dalam novel tersebut, Futri dan Zita memaparkan sosok sang ayah, mulai dari kampung halaman hingga ke Jakarta. Menurut mereka, kisah sang ayah bisa menjadi inspirasi bagi banyak orang. “Zun diangkat dari kisah ayah kami sendiri. Beliau selalu mengajarkan tentang kerja keras dan usaha sungguh-sungguh untuk meraih mimpi. Sebagai anak perempuan pertama di keluarga, nilai-nilai itu pula yang menempa saya untuk tumbuh menjadi perempuan mandiri yang tak boleh menyerah pada mimpi-mimpi saya,” ujar Futri Zulya saat peluncuran novel Rantau di Jakarta, Kamis, (21/4/2022).

Senada dengan Futri, Zita Anjani mengungkapkan sosok sang ayah begitu berperan dalam membentuk karakter kepribadian anak-anaknya menjadi sebagai seorang pemimpin perempun. Sang ayah juga mengajarkan kepadanya tentang perjuangan hidup untuk mewujudkan mimpi yang lebih baik.

Baca juga
Jelang Reshuffle 22 Desember, Zulkifli Hasan: Sepenuhnya Kewenangan Presiden

“Ayah kami selalu mengajarkan bahwa laki-laki dan perempuan memiliki hak-hak yang sama dan harus berjuang mewujudkan dunia yang lebih baik. Saya terjun ke dunia politik, sekarang menjadi pimpinan DPRD DKI, banyak terinspirasi dari sosok ayah,” Zita Anjani.

Foto: Inilah.com

Novel Rantau ini menceritakan soal penjalanan dan perjangan Zun hingga akhirnya merantau ke Jakarta. Sebab berkar tekad dan kemauan yang besar, Zun bisa meraih kesuksesan di Jakarta.

Dalam ceritanya Zun, yang berasal dari Kalianda, Lampung, ingin membuktikan kepada orang sekitarnya bahwa dia bisa sukses di Jakarta. Tekad itu pun didukung oleh sang ibunda yang akhirnya mengizinkan Zun untuk merantau ke Jakarta.

Kisah Rantau Zun Dapat Dukungan Ibunda

Dalam perantauannya, Zun hanya berbekal emas pemberian dari sang ibu. Padahal emas itu sangat berharga bagi ibunya saat itu namun diiklaskan kepada Zun.

Doa dari seorang Ibu memang tidak pernah meleset. Zun, anak rantau membuktikan dia bisa menaklukan Jakarta. Hingga bisa menjadi pengusaha sukses, menteri, ketua MPR RI, dan ketua umum partai politik yang diperhitungkan.

Baca juga
Cerita Pasangan Kembar Dobel Barengan Hamil dan Melahirkan

Cerita Inspiratif dari sosok Zun, tertuang jelas dalam novel Rantau. Proses kreatif pembuatan novel Rantau tidak sebentar. Futri dan Zita mengaku butuh waktu satu tahun untuk mengerjakan novel inspiratif tersebut. Bahkan Novel ini sempat tertunda selama lima tahun karena kesibukan masing-masing.

Gaya bahasa yang ditampilkan dalam novel sangat mudah dimengerti dan mengalir, sehingga tidak terlalu berat untuk dinikmati para pecinta novel.

Futri Zulya, adalah seorang ibu rumah tangga sekaligus pengusaha. Setelah lulus dari Sekolah Bisnis dan Manajemen ITB, ia melanjutkan studi pascasarjana di Australia National University (ANU), Canberra.

Foto: Inilah.com

Selain fokus membesarkan dua anaknya, saat ini Futri mengelola jaringan usaha di bidang Woman & Children yang membawahi beberapa unit usaha, di antaranya Kids Republic School (Playgroup, Kindergarten & Primary), Kidz Clinic Children & Development Center, dan Zglow Aesthetics Clinic yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia.

Baca juga
Newcastle United Resmi Diakuisisi Konsorsium Milik Putra Mahkota Arab Saudi

Futri juga aktif di berbagai forum seminar dan coaching clinic tentang anak muda dan kewirausahaan serta kegiatan-kegiatan filantropi.

Tak berbeda dengan sang kakak, Zita Anjani juga merupakan ibu rumah tangga yang juga pejuang politik. Setelah lulus dari University College London, ia memutuskan untuk terjun ke dunia politik dan terpilih menjadi anggota DPRD DKI Jakarta.

Saat ini Zita menjadi satu-satunya pemimpin perempuan di jajaran pimpinan dewan provinsi DKI Jakarta. Selain aktif di dunia politik, Zita juga menggerakkan banyak komunitas dalam berbagai program pemberdayaan, khususnya peningkatan kapasitas perempuan.

Karena kecintaan kepada dunia pendidikan, dua kakak beradik Futri dan Zita ini sama-sama mendirikan sekolah. Selain mendirikan Kids Republik yang berada di Jakarta, keduanya juga terlibat aktif membesarkan SMA Kebangsaan yang berlokasi di Kalianda, Lampung Selatan. Tempat kelahiran ayah yang sangat mereka cintai: Zun. Si anak Lampung yang taklukkan Jakarta.[JIN]

Tinggalkan Komentar