Sabtu, 02 Juli 2022
03 Dzul Hijjah 1443

Terancam Sanksi WADA, Kecerobohan Lembaga Anti-Doping Indonesia Jadi Sorotan

Sabtu, 09 Okt 2021 - 05:24 WIB
Penulis : Ibnu Naufal
Terancam Sanksi WADA, Kecerobohan Lembaga Anti-Doping Indonesia Jadi Sorotan - inilah.com

Peran lembaga anti-doping di Tanah Air yang dijalankan oleh Lembaga Anti-Doping Indonesia (LADI) menjadi perhatian publik kala seluruh Olahraga Indonesia tengah harap-harap cemas dengan pernyataan dari Badan Anti-Doping Dunia (WADA). Berdasarkan laporan Reuters pada Jumat (8/10), Indonesia dinilai tidak patuh dengan prosedur WADA.

LADI disini mempunyai tugas penting dalam melaksanakan pengawasan anti-doping pada setiap kegiatan olahraga.

Dalam melaksanakan tugasnya, mereka mengacu pada The World Anti-Doping Code (The Code) yakni melakukan testing, memberikan lisensi kepada petugas, dan melakukan monitoring dan evaluasi pelaksanaan pengawasan anti-doping. Fokusnya tentu hanya menjalankan programnya dalam memerangi doping di Indonesia. 

Hingga datang keputusan WADA yang menyatakan Indonesia tak patuh penegakan standar anti-doping terjadi karena tak mengikuti Test Doping Plan (TDP) yang dibuat pada 2020.

Ketua Lembaga Antidoping Indonesia (LADI) periode 2017-2020, Zaini Khadafi Saragih telah dikonfirmasi adanya ketidakpatuhan Indonesia terhadap WADA.

“Ya, kalau dikatakan non comply (tidak mematuhi), pasti ada ketentuan atau prosedur WADA yang belum dijalankan LADI,” kata Zaini dikutip dari Antara.

Baca juga
Penderita Hipertensi Paru Perhatikan Denyut Nadi Ketika Olahraga

“Ketentuan dan prosedur itu ada banyak, mana yang belum dijalankan, hanya pengurus LADI yang paham,”katanya.

Komite Olimpiade Indonesia (NOC Indonesia) turut mendukung kepada pihak LADI agar bisa merampungkan semua urusan. NOC berharap persoalan ini segera bisa terselesaikan dan menjadi pelajaran semua pihak.

“Ketika kita ingin berprestasi di level dunia, sudah sepatutnya kita mengikuti aturan Internasional, olahraga punya otoritas tertinggi yakni Komite Olimpiade Internasional (IOC) yang memiliki bidang-bidang khusus seperti WADA,” Kata Ketua NOC Indonesia Raja Sapta dalam keterangan tertulisnya kepada INILAHCOM.

Sudah diberikan tenggat waktu

Badan doping dunia sendiri menyebut Indonesia tidak patuh dalam menerapkan program pengujian yang efektif. Selain Indonesia, ada juga Korea Utara dan Thailand.

Korea Utara bernasib sama dengan Indonesia, yaitu dianggap tak patuh menerapkan program pengujian efektif.

Baca juga
3 Tips Cegah Kolesterol pada Anak Sebelum Injak Usia 18 Tahun

Sikap tak patuh LADI dalam melaksanakan pengujian yang efektif bagi setiap atlet Indonesia di seluruh cabang olahraga berakibat fatal.

Peraturan terbaru WADA pada 2021 ternyata tidak dilaksanakan delapan organisasi, termasuk LADI salah satunya.

Sesuai dengan pernyataan resmi WADA pada Jumat (8/10/) LADI sebenarnya sudah diberi tenggat waktu selama 21 hari melakukan pergantian.

Nantinya pergantian tersebut masuk ke daftar yang harus dipantau, akan tetapi LADI bersama empat organisasi lainnya tak melakukan itu.

Atas sikap yang diambil LADI, Indonesia akhirnya harus menerima hukuman karena tak melaksanakan pemberitahuan yang dikirim pada 15 September 2021 lalu.

“Tak satu pun dari lima organisasi anti-doping yang tercantum membantah pernyataan WADA terkait ketidakpatuhan,” bunyi pernyataan resmi WADA.

“Konsekuensi yang diusulkan atau kondisi pemulihan yang diusulkan dalam kurun waktu 21 hari. Akibatnya, pernyataan itu dianggap diterima dan kondisi juga diterima.

Baca juga
Tips Rancang Agenda Olahraga dalam Seminggu

Dampak sanksi

Selain Pelarangan pengibaran bendera negara merupakan salah satu sanksi karena mengabaikan WADA. Indonesia juga terancam gagal menjadi tuan rumah World Superbike (WSBK) di Sirkuit Mandalika pada November dan tiga event bulu tangkis internasional, World Tour Finals 2021, Indonesia Masters 2021, dan Indonesia Open 2021 pada Desember di Bali.

Untuk tiga event bulu tangkis, Kabid Luar Negeri PP PBSI, Bambang Roedyanto, memastikan tetap bisa digelar.

“Turnamen di Bali nanti dipastikan tidak ada masalah. Bisa berlangsung sesuai jadwal. Tiga turnamen bulutangkis internasional itu tetap bisa digelar,” tutur Roedy,

Tinggalkan Komentar