Minggu, 03 Juli 2022
04 Dzul Hijjah 1443

Terdakwa Bantah Terlibat Mafia Tanah, Nirina Zubir Tak Ambil Pusing

Selasa, 17 Mei 2022 - 19:08 WIB
Img 5955 - inilah.com
Artis Nirina Zubir tidak mau ambil pusing seluruh terdakwa perkara mafia tanah membantah kesaksian eks VJ MTV. Nirina hadir menjadi saksi dalam perkara mafia tanah di PN Jakbar, Selasa (17/5/2022). Foto: Inilah.com/Harris Muda

Artis Nirina Zubir tidak mau ambil pusing menyikapi keterangan lima terdakwa kasus mafia tanah yang mengaku tidak terlibat perkara tersebut. Nirina memberi kesaksian atas perkara mafia tanah di Pengadilan Negeri (PN) Jakbar, Selasa (17/5/2022).

Nirina hadir dalam persidangan sebagai saksi untuk lima terdakwa yakni, Riri Khasmita, Edirianto, Faridah, Ina Rosalina, dan Erwin Riduan. Seluruh terdakwa kompak membantah kesaksian eks VJ MTV ini.

“Tidak apa-apa (terdakwa membantah) setiap orang punya hak menyanggah. Apalagi mereka yang merasa jadi korban, nah kami kan sudah disumpah Alquran lho jadi kami memberikan apa yang memang benar-benar kami hadapi dan kami rasakan,” ujar Nirina usai memberi kesaksian.

Baca juga
SK Menteri Sofyan Djalil Atas Sengketa Tanah Cakung Dipertanyakan

Dalam persidangan, terdakwa Riri Khasmita membantah kesaksian Nirina. Sang presenter tersebut sebelumnya menerangkan bahwa Riri pernah menjadi asisten rumah tangga (ART) ibunda Nirina, mendiang Cut Indria Marzukih.

Seluruh terdakwa dijerat dalam perkara ini karena merampas tanah dan aset milik keluarga Nirina dengan cara mengelabui sang ibu. Dalam kesaksiannya, Nirina mengaku mengalami kerugian lebih dari Rp17 miliar akibat perbuatan para terdakwa.

Jaksa juga menghadirkan kakak Nirina yakni, Fadhlan Karim sebagai saksi dalam perkara ini. Fadhlan membeberkan selain memalsukan surat hak milik (SHM) tanah sang ibu, terdakwa juga meminjam uang yang belum dikembalikan dari terdakwa Riri.

Baca juga
Boyamin Ngotot Diperiksa Jadi Saksi TPPU Budhi Sarwono

Seluruh terdakwa dijerat lantaran melakukan pemalsuan surat tanah hingga tindak pidana pencucian uang alias TPPU. Seluruhnya dijerat pidana Pasal 264 ayat (1) dan ayat (2) KUHP juncto Pasal 263 ayat (1) dan ayat (2) KUHP juncto Pasal 362 KUHP juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP serta Pasal 3 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2010 tentang Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU). [WIN]

Tinggalkan Komentar