Minggu, 05 Februari 2023
14 Rajab 1444

Terjerat Korupsi BTS Bakti Kominfo, Huawei Janji Kooperatif

Kamis, 26 Jan 2023 - 01:22 WIB
Penulis : Ibnu Naufal
Tersangka perkara penyediaan infrastruktur base transceiver station atau BTS di Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) berinisial MA, selaku Account Director PT Huawei Tech Investment (PT HWI) keluar dari Gedung Bundar Kejaksaan Agung untuk dilakukan penahanan di Rutan Salemba Cabang Kejaksaan Agung, Selasa (24/1/2023). (Foto: Antara)
Tersangka perkara penyediaan infrastruktur base transceiver station atau BTS di Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) berinisial MA, selaku Account Director PT Huawei Tech Investment (PT HWI) keluar dari Gedung Bundar Kejaksaan Agung untuk dilakukan penahanan di Rutan Salemba Cabang Kejaksaan Agung, Selasa (24/1/2023). (Foto: Antara)

Huawei akan mengikuti perkembangan kasus dugaan korupsi proyek menara Base Transceiver Station (BTS) yang melibatkan perusahaan dan menghormati proses hukum yang sedang berjalan.

“Kami menghormati proses hukum dan kooperatif terhadap penyidikan,” kata pihak Huawei Indonesia dalam keterangan resminya, Rabu (25/1/2023).

Sebelumnya, Penyidik Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung menetapkan tersangka keempat dugaan korupsi proyek menara BTS oleh Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) Kementerian Komunikasi dan Informatika, yaitu Account Director of Integrated Account Department PT Huawei Tech Investment dengan inisial MA.

MA akan ditahan selama 20 hari di Rutan Salemba Cabang Kejaksaan Agung setelah ditetapkan sebagai tersangka.

Baca juga
Generasi Milenial, Pentingnya Paham Etika di Ruang Digital

Direktur Penyidikan Jampidsus Kuntadi mengatakan penahanan dilakukan sejak 24 Januari sampai 12 Februari 2023 untuk mempercepat penyidikan.

MA dalam kasus itu diduga melakukan permufakatan jahat dengan tersangka AAL untuk merekayasa pengadaan BTS 4G sehingga ketika pengajuan penawaran harga, PT HTI keluar sebagai pemenang.

Huawei menyatakan tetap berpegang pada prinsip-prinsip dasar dalam menjalankan bisnis dengan integritas, menjaga etika bisnis yang kuat dan mematuhi hukum dan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

“Kami juga selalu berkomitmen untuk membangun sistem manajemen kepatuhan yang selaras dengan praktik terbaik industri, dan memasukkan manajemen kepatuhan ke dalam aktivitas dan proses bisnis secara menyeluruh,” kata Huawei Indonesia.

Baca juga
Mencegah Hoax Tentang Kesehatan

Jampidsus Kejaksaan Agung pada awal tahun ini menetapkan tiga orang tersangka dugaan korupsi proyek BTS BAKTI, yaitu Direktur Utama BAKTI AAL, Direktur Utama PT Mora Telematika Indonesia GMS dan Tenaga Ahli Human Development Universitas Indonesia Tahun 2020 YS.

Tinggalkan Komentar