Senin, 30 Januari 2023
08 Rajab 1444

Terjerat Obstruction of Justice Brigadir J, AKBP Arif Rahman Klaim Lakukan Pelanggaran Administratif

Jumat, 28 Okt 2022 - 11:41 WIB
A8cb2359 9527 42f9 9005 C82be3c6e2ae - inilah.com
Tangkapan layar Eks Wakaden B Ropaminal Divpropam Polri, AKBP Arif Rahman Arifin (kanan) menjalani sidang di Pengadilan Negeri (PN) Jaksel, Rabu (19/10/2022). (Foto: Inilah.com/Dea Hardianingsih).

Mantan Wakaden B Ropaminal Divpropam Polri, AKBP Arif Rahman Arifin melalui tim kuasa hukumnya melayangkan nota keberatan atau eksepsi terhadap dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) dalam sidang lanjutan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel), Jumat (28/10/2022). Eksepsi diajukan terkait status terdakwa Arif dalam perkara obstruction of justice merintangi penyidikan pembunuhan Brigadir J atau Nofriansyah Yosua Hutabarat.

Pengacara Arif Rahman Arifin meminta perkara obstruction of justice yang menjerat kliennya, mesti diadili terlebih dahulu di Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN). Pasalnya, hal itu dinilai terkait administrasi pejabat pemerintah pelaksana yang dilaksanakan berdasarkan perintah atasan di ruang lingkup Divisi Propam Polri.

“Surat dakwaan prematur untuk diajukan. Sebab, tindakan yang dilakukan oleh terdakwa Arif Rachman Arifin masih dalam ruang lingkup administrasi negara. Oleh karena itu, harus dilakukan pemeriksaan dan penyelesaian di ruang lingkup administrasi terlebih dahulu,” kata kuasa hukum Arif Rahman Arifin, Junaidi Saibih.

Baca juga
Komnas HAM Periksa Ferdy Sambo di Mako Brimob Hari Ini

Penerima Perintah

Kemudian, kuasa hukum juga menyoroti Arif Rahman Arifin hanya menjadi pihak penerima perintah. Sedangkan Ferdy Sambo yang memberikan perintah.

“Arif Rahman Arifin hanya pihak yang menerima perintah atasan,” ujar Junaidi menegaskan.

Namun, Arif Rahman Arifin sejauh diproses hukum dengan cara tidak sah. Sebab, Arif disebut dikeluarkan dari penempatan khusus (Patsus) dan dipindahkan ke lantai 15 Dittipidsiber Polri untuk menjalani pemeriksaan.

“Proses penyidikan tidak sah karena terdakwa dikeluarkan dari Patsus dan diperiksa Dittipidsiber di lantai 15 Mabes Polri,” jelasnya.

Untuk itu, ia meminta Majelis hakim untuk membatalkan dakwaan jaksa. Sebab, proses penyidikan dalam proses hukum Arif Rahman Arifin dilakukan secara tidak sah. Selain itu, semestinya terlebih dahulu diadili dalam aspek administrasi negara.

“Menyatakan surat dakwaan Penuntut Umum batal demi hukum. Setidaknya tidak dapat diterima karena penyidikan dalam proses penuntutan terhadap terdakwa dilakukan secara tidak sah,” ungkap Junaidi.

Baca juga
Pekan Depan Polri Bahas Hasil Autopsi Brigadir J dengan Komnas HAM

“Surat dakwaan penuntut umum batal demi hukum. Karena prematur untuk diajukan karena tindakan yang dilakukan oleh terdakwa masih dalam ruang lingkup administrasi negara,” ujar Junaidi menambahkan.

Dakwaan Arif Rahman Arifin

Terdakwa perkara obstruction of justice pembunuhan berencana Brigadir J, AKBP Arif Rahman Arifin disebut mematahkan laptop milik Baiquni Wibowo. Laptop ini menyimpan salinan video rekaman CCTV yang menunjukkan Brigadir J masih hidup ketika Ferdy Sambo tiba di rumah dinas di Komplek Polri Duren Tiga, Jakarta Selatan.

Hal itu diungkap dalam dakwaan JPU terhadap AKBP Arif Rahman saat sidang perdana terdakwa Arif di PN Jaksel, Rabu (19/10/2022). Surat dakwaan ini menyebutkan Brigjen Hendra Kurniawan saat menjabat Karopaminal Divisi Propam Polri meneruskan perintah Ferdy Sambo kepada Arif Rahman pada Rabu (13/7/2022). Perintah ini terkait pemusnahan barang bukti berupa video rekaman CCTV yang disimpan di laptop Baiquni Wibowo.

Baca juga
Irsus Polri: Ada Tiga Kejanggalan dari Peristiwa Tewasnya Brigadir J

Kemudian, keesokan harinya atau Kamis (14/7/2022), Arif Rahman melaksanakan perintah dengan mematahkan laptop Baiquni Wibowo di dalam mobil di depan Masjid Mabes Polri. Ia lalu menyimpannya di dalam kantong warna hijau.

Selanjutnya, berdasarkan surat dakwaan, Arif sukarela menyerahkan barang bukti laptop ke Direktorat Tindak Pidana Umum  pada Senin (8/8/2022) sekitar pukul 17.00 WIB.

Tinggalkan Komentar