Minggu, 14 Agustus 2022
16 Muharram 1444

Terkait Situs Warisan Bung Karno di Bandung, Ridwan Kamil: Kami Rawat dan Muliakan

Selasa, 07 Des 2021 - 06:43 WIB
Penulis : Ibnu Naufal
Instagram.com @ridwankamil/ - inilah.com
Instagram.com @ridwankamil/

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengklaim situs-situs presiden pertama RI Sukarno di Kota Bandung terawat dan dimuliakan kini menjadi jejak peninggalan yang memiliki edukasi sejarah tinggi.

Menurutnya, ada banyak situs-situs bersejarah kota dari sosok Bung Karno di Kota Bandung. Misalnya, Penjara Banceuy, yang menjadi saksi bisu perjuangan Bung Karno bersama masyarakat melawan ketidakadilan penjajah.

“Di Bandung ini tempat lahir gagasan-gagasan besar Indonesia. Oleh karena itu, situs-situs Bung Karno yang hadir di Kota Bandung, dari ITB , Penjara Banceuy, Penjara Sukamiskin dan Rumah Ibu Inggit misalkan, kemudian Gedung Indonesia Menggugat semuanya saya laporkan, kami rawat, kami muliakan dengan sebaik-baiknya, dan sudah dilaporkan tadi malam,” kata Ridwan Kamil di Kota Bandung, Senin (6/12).

Baca juga
Ridwan Kamil: Mohon Doa Putra Kami Segera Ditemukan dan Selamat

Menurut pria yang akrab disapa Kang Emil ini, situs-situs tersebut merupakan sesuatu yang penting agar generasi mendatang mengetahui sejarah Indonesia.

Dia mengatakan ada banyak situs-situs bersejarah kota dari sosok Bung Karno di Kota Bandung.

Misalnya, Penjara Banceuy yang menjadi saksi bisu perjuangan Bung Karno bersama masyarakat melawan ketidakadilan kepada para penjajah.

Pada masa pemerintahan Hindia Belanda, Penjara Banceuy di Jalan Banceuy merupakan penjara yang digunakan untuk menahan para pribumi yang melakukan tindakan kriminal dan tahanan politik.

Dengan terjaganya situs-situs Bung Karno, ia berharap bisa melahirkan semangat marhaenisme. Kota Bandung sendiri memiliki cerita sendiri bagi lahirnya marhaenisme. Saat itu, Bung Karno terinspirasi dari sosok Marhaen.

Baca juga
Mengenang Eril, UAH Ingatkan Pesan Pertama Nabi Menyikapi Kematian

“Mudah-mudahan membawa semangat bahwa di kota ini nilai-nilai marhaenisme, nilai-nilai Bung Karno, tetap abadi dan menjadi inspirasi kepada pejuang pemikir dan para pemikir pejuang,” ucapnya.

Selain itu, dia juga berharap hal tersebut bisa menjadi semangat bagi PA GMNI untuk melahirkan ide-ide yang berguna bagi bangsa dan negara. Apalagi saat ini, Indonesia mengalami dua disrupsi.

“Kita sedang didisrupsi oleh 4.0 teknologi yang mendampaki sendi-sendi kehidupan kita, termasuk demokrasi. Kita sedang mengalami dipersimpangan disrupsi COVID yang mendampaki juga apa masa depan kehidupan Indonesia pasca-COVID. Kita sedang mengalami banyak hal-hal baru yang hadir dalam keseharian kita,” kata Kang Emil.

Baca juga
Dua Calon Pemain Naturalisasi Tebar Pesona, Shin Tae-yong Semringah

“Kami menitipkan mudah-mudahan kongres PA GMNI yang keempat ini melahirkan rekomendasi-rekomendasi untuk bangsa dan negara dalam menghadapi disrupsi-disrupsi yang tadi saya sebutkan,” kata dia.

Tinggalkan Komentar