Kamis, 08 Desember 2022
14 Jumadil Awwal 1444

Terkepung, Pemimpin Tertinggi ISIS Tewas Ledakkan Diri

Jumat, 04 Feb 2022 - 13:55 WIB
Penulis : Ivan Setyadhi
Pemimpin Tertinggi ISIS Tewas Ledakkan Diri
Pemimpin Tertinggi ISIS Tewas Ledakkan Diri

Pemimpin tertinggi ISIS Abu Ibrahim al-Hashimi al-Qurayshi tewas meledakkan diri saat serangan militer Amerika Serikat (AS) di Suriah.

Hal itu disampaikan Presiden AS Joe Biden usai memastikan keberhasilan pasukan komando AS melakukan operasi militer di Koyta Atmeh.

“Saat pasukan AS mendekati Quraishi di barat laut Suriah semalam, dia memicu ledakan yang juga menewaskan anggota keluarganya sendiri, termasuk anak-anak,” kata Biden, dilansir dari Straits Times, Jumat (4/2/2022).

Biden mengatakan, ledakan itu begitu besar sehingga mayat-mayat keluar dari gedung lantai empat yang jadi tempat persembunyian Qurayshi. Pejabat AS menyalahkan ISIS atas adanya korban sipil dari insiden ini.

Baca juga
Kapan Malam Lailatul Qadar 1443 H? Inilah Waktu dan Tanda-tandanya

“Berkat keberanian pasukan kami, pemimpin teroris yang mengerikan ini tidak ada lagi,” tegas Biden.

Quraishi merupakan orang Irak berusia 45 tahun. Ia menjadi bagian dari kelompok itu ketika mereka meluncurkan ekspansi kilat pada 2014 lalu.

Ia kemudian menggantikan pendiri kelompok itu, Abu Bakr al-Baghdadi yang tewas pada 2019. Baghdadi juga tewas meledakkan diri selama serangan oleh pasukan komando AS.

Biden juga menyampaikan bahwa kematian Qurayshi menjadi alarm bagi calon-calon penerusnya di ISIS kelak.”Operasi tadi malam membawa seorang pemimpin teroris utama keluar dari medan perang dan telah mengirim pesan yang kuat kepada teroris di seluruh dunia: Kami akan mengejar dan menemukan Anda,” kata Biden.

Baca juga
Hampir 120 Juta Warga Indonesia Peroleh Vaksin COVID-19 Dosis Lengkap

Penduduk di Atmeh, dekat perbatasan Suriah-Turki, mengatakan helikopter-helikopter mendarat dan tembakan-tembakan berat serta ledakan-ledakan terdengar selama serangan yang dimulai sekitar tengah malam. Pasukan AS menggunakan pengeras suara untuk memperingatkan wanita dan anak-anak agar meninggalkan daerah itu.

Pada Oktober 2019, mantan presiden AS Donald Trump mengumumkan kematian al-Baghdadi. Dia tewas saat AS menggelar operasi militer di barat laut Suriah, tepatnya di Barisha.

Trump mengatakan al-Baghdadi terperangkap di sebuah terowongan buntu bersama tiga anaknya. Dia kemudian memutuskan meledakkan dirinya sendiri dengan bom rompi.

Kendati gembongnya telah tewas, ISIS masih tetap bergerilya di Suriah dan Irak. Pada Oktober tahun lalu, AS mengucapkan selamat kepada Irak atas keberhasilannya menangkap Sami Jasim Muhammad al-Jauri. Dia adalah wakil pemimpin tertinggi ISIS yang telah terbunuh, Abu Bakar al-Baghdadi.

Tinggalkan Komentar