Senin, 04 Juli 2022
05 Dzul Hijjah 1443

Tertolong Harga Komoditas, Ekonomi 2022 Diramal Mendekati 5 Persen

Rabu, 08 Jun 2022 - 20:58 WIB
Tertolong Harga Komoditas, Ekonomi 2022 Diramal Mendekati 5 Persen
Ekspor komoditas ungulan membuat surplus besar neraca perdagangan. (Pikiran-Rakyat)

Meski ekonomi dunia lesu, perekonomian Indonesia pada tahun ini, diramal masih selamat. Meski pertumbuhannya di bawah 5 persen. Berkah tingginya harga komoditas unggulan Indonesia.

Kepala Ekonom Citibank Indonesia, Helmi Arman Mukhlis meramalkan, tahun ini, perekonomian Indonesia bisa mencapai 4,8 persen. Naik ketimbang 2021 yang hanya 3,69 persen. “Kami memulai dengan pandangan yang hati-hati terhadap pertumbuhan PDB. Kami mengharapkan 4,8 persen untuk tahun ini,” kata Helmi dalam Asian Development Bank (ADB) Indonesia bertajuk Indonesia Development Talk 6 di Jakarta, Rabu (8/6/2022).

Helmi menuturkan perkiraan pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 4,8 persen tahun depan akan didorong oleh beberapa faktor, seperti adanya perkembangan positif dalam harga komoditas.

Baca juga
Optimalisasi Momentum Pencapaian Ekspor 2 Juta Unit Kendaraan Toyota Indonesia

Ia mengatakan, terjadinya commodity boom memberi berkah kepada perekonomian Indonesia. Neraca perdagangan menjadi langganan surplus. Periode Januari sampai April 2022, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat surplus neraca perdagangan Indonesia sebesar US$16,89 miliar. Rekor tertinggi sejak 2017.

Surplus neraca perdagangan ini diperoleh dari nilai ekspor yang lebih tinggi dibandingkan impor pada periode tersebut. Di mana, nilai ekspor pada April 2022 mencapai US$27,32 miliar. Sedangkan impor senilai US$19,76 miliar.  “Karena kenaikan harga batu bara dan minyak sawit relatif tinggi, kita melihat ini telah membantu meningkatkan neraca perdagangan kita,” kata Helmi.

Rejeki nomplok dari komoditas ini, menurut Helmi, harus bisa dimanfaatkan. Misalnya digunakan untuk program yang benar-benar menopang perekonomian Indonesia dalam panjang panjang dan berkelanjutan.

Baca juga
Wall Street, EIDO dan Harga Komoditas Kompak Jadi Katalis Positif IHSG

Dirinya mengingatkan pemerintah untuk menjaga kemampuan daya beli masyarakat bawah. Tinginya harga komoditas jangan hanya dinikmati perusahaan atau kelompok super kaya di Indonesia saja. Wong cilik harus diperhatikan juga.

 

 

Tinggalkan Komentar