Minggu, 14 Agustus 2022
16 Muharram 1444

The Fed Ancang-ancang Naikkan Suku Bunga, Rupiah Kena Getahnya

Jumat, 14 Jan 2022 - 10:01 WIB
Penulis : Ahmad Munjin
Cash Withdrawal Indonesian Rupiah Money From Automated Teller Machine - inilah.com
Foto: istockphoto.com

Nilai tukar (kurs) rupiah terhadap dolar AS yang ditransaksikan antarbank di Jakarta jelang akhir pekan melemah. Hal ini dipengaruhi sentimen global, terutama terkait kenaikan suku bunga bank sentral Amerika Serikat, Federal Reserve (Fed).

Rupiah bergerak melemah 11 poin atau 0,08 persen ke posisi Rp14.306 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya Rp14.295 per dolar AS.

“Memang rupiah masih dipengaruhi oleh kondisi global, penguatan rupiah kemarin lebih disebabkan oleh penurunan Indeks USD (DXY) yang masih di bawah level 96, dan US Treasury juga cenderung masih stabil di kisaran 1,7 persen,” kata Analis Pasar Uang Bank Mandiri Rully Arya di Jakarta, Jumat (14/1/2022).

Baca juga
Emas Keok Lantaran Keperkasaan Dolar AS Jelang Pertemuan The Fed

Dari Negeri Paman Sam, beberapa pejabat The Fed berbicara secara terbuka tentang bagaimana memerangi tingkat inflasi yang tinggi. Pejabat senior bank sentral AS Lael Brainard memberi sinyal bahwa The Fed bersiap-siap untuk mulai menaikkan suku pada Maret mendatang.

Dari dalam negeri, pelaku pasar menunggu publikasi data neraca perdagangan yang akan dirilis pada Senin (17/1) depan.

“Hal ini juga kemungkinan bisa memberi sentimen positif hari ini dan awal pekan depan,” ujar Rully.

Sementara itu jumlah kasus harian COVID-19 pada Kamis (13/1) kemarin mencapai 793 kasus sehingga total jumlah kasus terkonfirmasi positif COVID-19 mencapai 4,27 juta kasus. Khusus untuk kasus terkonfirmasi positif COVID-19 varian Omicron, saat ini totalnya mencapai 506 kasus. Sedangkan jumlah kasus meninggal akibat terpapar COVID-19 mencapai 5 kasus sehingga totalnya mencapai 144.155 kasus.

Baca juga
Pandemi COVID-19, OctaFX dan ACT Kolaborasi Berikan Bantuan Kemanusian

Adapun untuk jumlah kasus sembuh bertambah sebanyak 385 kasus sehingga total pasien sembuh mencapai 4,12 juta kasus. Dengan demikian, total kasus aktif COVID-19 mencapai 7.388 kasus.

Untuk vaksinasi, jumlah masyarakat yang sudah disuntik vaksin dosis pertama mencapai 173,25 juta orang dan vaksin dosis kedua 118,49 juta orang dari target 208 juta orang yang divaksin.

Rully mengatakan rupiah hari ini akan bergerak di kisaran Rp14.272 per dolar AS hingga Rp14.352 per dolar AS.

Pada Kamis (12/1) lalu, rupiah ditutup menguat 29 poin atau 0,2 persen ke posisi Rp14.295 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya Rp14.324 per dolar AS.

Tinggalkan Komentar