Tidak Dalam Naungan IOC dan WADA, Superbike Mandalika dan MotoGP Tetap Bisa Kibarkan Merah Putih

Tidak Dalam Naungan IOC dan WADA, Superbike Mandalika dan MotoGP Tetap Bisa Kibarkan Merah Putih - inilah.com
(Crash.net)

Ketua Komite Olimpiade Indonesia (KOI/NOC Indonesia) Raja Sapta Oktohari memastikan terkait sanksi Badan Anti-Doping Dunia (WADA) yang tidak mengizinkan bendera Indonesia Merah Putih dikibarkan untuk acara-acara internasional seperti event Mandalika WorldSBK  pada November mendatang dan MotoGP pada Maret tidak akan berlaku karena event tersebut tidak masuk dalam agenda Olimpiade (IOC) sebagai pihak yang mengatur.

“Jika tidak masuk dalam agenda IOC mestinya itu (sanksi) tidak berlaku dan enggak ada hubungannya,” ucap Okto sapaanya kepada Inilah.com, Jumat (22/10).

Pria yang kini sedang terbang ke Yunani untuk pertemuan General Assembly Association of National Olympic Committees (ANOC) itu menyarankan untuk tidak terlalu percaya terhadap informasi yang beredar. Karena menurutnya banyak sumber yang misleading terkait sanksi dari badan doping dunia tersebut.

“Makanya begitu sampai Yunani agenda pertama kita adalah rapat dengan perwakilan dari IOC dan WADA mulai dari Presidennya juga hadir nanti untuk membicarakan duduk perkara dari sanksi ini,” ucap Okto.

Baca juga  LADI Ngutang Rp300 Juta ke Lab Qatar, Pihak Menpora Buru-buru Melunasi

Pria yang menggantikan Erick Thohir dalam kepengurusan ketua KOI 2019-2023 itu bersama timnya kini sedang memetakan jalan cepat ditempuh agar Indonesia bisa segera lepas dari sanksi.

Okto berjanji akan berusaha optimal membantu LADI terbebas dari sanksi WADA. Awal Oktober, WADA menyatakan LADI menjadi salah satu dari tiga badan anti-doping negara (NADO) yang dinyatakan tidak patuh dalam menjalankan Kode Anti-Doping yang berimbas terhadap penangguhan hak-hak Indonesia di kancah internasional.

“Kami akan berusaha agar LADI bisa segera terbebas sanksi. Segala usaha akan kami tempuh, tetapi perlu diingat sanksi ini diberikan WADA kepada LADI, sehingga harus LADI sendiri yang menyelesaikan kekurangan-kekurangan yang dibutuhkan,” kata Okto.

Usai ditunjuk, Pria yang juga promotor tinju ini langsung merancang solusi yang dapat ditempuh. Ia menargetkan Tim Kerja Percepatan Penyelesaian Sanksi WADA dapat menghimpun semua data dan permasalahan LADI dalam satu bulan ke depan, sembari mulai melakukan pendekatan-pendekatan eksternal ke Komite Olimpiade Internasional (IOC) hingga membantu memfasilitasi komunikasi LADI dengan WADA.

Baca juga  Dapat Aset dari KPK, KPU Mau Buat Museum, Kemenag Bikin Madrasah

Rencananya setelah menghadiri ANOC di Crete, Yunani, 24-25 Oktober, Okto bakal langsung bertolak ke markas besar Komite Olimpiade Internasional (IOC) di Laussane, Swiss untuk melakukan koordinasi secara langsung.

“Ada beberapa event olahraga yang diikuti Indonesia dan juga digelar di Indonesia pada akhir tahun ini. Kami ingin memastikan agar kegiatan tersebut bisa terselenggara,” ujar Okto.

Dari penelusuran sementara, ditemukan juga beberapa indikasi ada oknum-oknum yang dengan sengaja membuat negara merugi. Karenanya persoalan ini perlu didalami dengan sangat hati-hati dan melibatkan pihak penegak hukum.

“Ada potensi permainan-permainan atau konspirasi-konspirasi ini juga harus dibuka supaya menjadi transparan dan itu ada kita laporkan semuanya,” ucapnya.

Baca juga  Presiden Jokowi Ingatkan Kontribusi Pemuda Sebagai Pemimpin Teknologi

“Untuk itu Kami ingin gerak cepat sehingga semoga sebelum akhir tahun ini bisa selesai. Pada intinya kita ingin naikkan agar Merah Putih dahulu,” ucap Okto mengakhiri.

Sebelumnya beredar informasi dari situs Crash.net bahwa adanya larangan bendera resmi tetap diterapkan pada MotoGP, dan FIA (F1) saat upacara podium (penyerahan medali),sedangkan lagu kebangsaan tetap bisa dimainkan di ajang yang dimaksud, mulai dari kejuaraan tingkat regional hingga dunia karena FIM selaku badan pengurus MotoGP harus tetap mengikuti aturan kebijakan dan regulasi anti-doping..

Termasuk di dalamnya pengibaran bendera selama pertandingan, atau untuk bagian tertentu dari acara seperti medali, upacara pembukaan atau penutupan atau elemen protokol lainnya.

Tinggalkan Komentar

×