Minggu, 29 Mei 2022
28 Syawal 1443

Tiga Bulan Pertama, Duit Asing Pulang Kampung US$1,1 Miliar

Tiga Bulan Pertama, Duit Asing Pulang Kampung US$1,1 Miliar
Bank Indonesia

Bank Indonesia (BI) melaporkan modal asing keluar bersih (net outflows) mencapai US$1,8 miliar dari pasar keuangan Indonesia pada triwulan I-2022.

Namun, setelah tertahan pada triwulan lalu, modal asing berbentuk investasi portofolio kembali masuk ke Tanah Air pada triwulan II-2022 sampai 14 April, sehingga net inflows, tersisa US$800 juta.

Gubernur BI, Perry Warjiyo dalam Pengumuman Hasil RDG pada April 2022 Cakupan Triwulanan di Jakarta, Selasa (19/4/2022), menyampaikan ketidakpastian pasar keuangan global masih tinggi, seiring masih berlanjutnya ketegangan geopolitik Rusia dan Ukraina.

Selain itu terdapat pula sentimen percepatan normalisasi kebijakan moneter di berbagai negara maju, termasuk Amerika Serikat, sejalan dengan semakin tingginya tekanan inflasi.

Baca juga
Jelang Lebaran, Harga Daging Sapi di Ternate Capai Rp150.000 per Kg

“Hal tersebut mendorong terbatasnya prospek aliran modal asing, khususnya portofolio dan tekanan nilai tukar negara berkembang, termasuk Indonesia,” kata Perry.

Bank sentral mencatat nila tukar rupiah sejak 1 Januari sampai dengan 18 April 2022 mengalami depresiasi sekitar 0,7 persen dibandingkan dengan level akhir 2021.

Namun penurunan tersebut relatif lebih rendah dibandingkan depresiasi dari mata uang sejumlah negara berkembang lainnya, seperti Thailand 0,77 persen, Malaysia 2,1 persen, dan Filipina 2,45 persen.

Dengan perkembangan itu, Perry Warjiyo menjelaskan nilai tukar rupiah bergerak stabil selama bulan April 2022 ditopang berlanjutnya pasokan valas domestik, aliran masuk modal asing, dan persepsi positif terhadap prospek perekonomian domestik, di tengah ketidakpastian pasar keuangan global yang masih berlangsung.

Baca juga
Menko Airlangga: Industri Mandiri dan Berdaulat Jadi Kekuatan Ekonomi RI

“Ke depan, stabilitas nilai tukar rupiah diperkirakan tetap terjaga didukung oleh kondisi fundamental ekonomi Indonesia yang tetap baik, terutama oleh lebih rendahnya defisit transaksi berjalan,” tegasnya.

BI akan terus memperkuat kebijakan stabilisasi nilai tukar rupiah sesuai dengan bekerjanya mekanisme pasar dan fundamental ekonomi.

 

Tinggalkan Komentar