Minggu, 29 Mei 2022
28 Syawal 1443

Tiga Cabang Ini Diharap Jadi Lumbung Emas Indonesia di SEA Games Vietnam

kontingen SEA Games
Kontingen Indonesia di SEA Games 2021 Vietnam

Komite Olimpiade Indonesia (KOI) memprediksi setidaknya terdapat tiga cabang olahraga (cabor) yang bakal jadi lumbung emas di SEA Games 2021 Vietnam pada 12-23 Mei mendatang.

Dijelaskan Sekretaris Jendral KOI sekaligus Chef de Mission (CdM), Ferry J Kono, ketiga cabor yang berpotensi mendulang emas terbanyak yakni angkat besi, badminton dan menembak.

“Tentu angkat besi jadi unggulan kita ya di samping badminton, menembak juga,” kata Ferry saat dihubungi Inilah.com di Jakarta, Selasa (10/5/2022).

Prediksi tesebut berdasarkan hasil perhelatan SEA Games sebelumnya yang berlangsung di Manila, Filipina pada 2019 lalu.

Terlebih pada cabor menembak yang sukses menyabet gelar juara umum pada perhelatan SEA Games Manila.

Baca juga
Pebalap MotoGP ini Penasaran The Power Of Netizen Indonesia

“Kalau berkaca pada SEA Games Manila, menembak merupakan juara umum di sana. Kita harapkan nanti dari situ pundi-pundi emas kita mulai terkumpul,” ucap Ferry.

Sejatinya lumbung emas Indonesia juga terdapat pada cabor panjat tebing. Pasalnya, para atlet yang tergabung dalam Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) mampu mengukir banyak prestasi di kancah dunia.

Teranyar, atlet panjat tebing Indonesia bernama Kiromal Katibin sukses memecahkan rekor dunia dalam nomer speed putra Piala Dunia Panjat Tebing 2022 di Seoul, Korea Selatan, Jumat (6/5/2022) lalu.

Kiromal Katibin menyematkan dirinya sebagai pemanjat tebing tercepat dalam babak kualifikasi Piala Dunia dengan catatan waktu 5,17 detik.

Baca juga
Presiden Jokowi Resmikan Bandara Ngloram di Cepu

Kendati demikian, tuan rumah penyelenggara SEA Games 2021 Vietnam urung mementaskan cabor panjat tebing pada tahun ini.

Usut punya usut, Vietnam belum memiliki fasilitas panjat tebing berstandar internasional untuk gelaran sekelas SEA Games.

“Iya (disayangkan) memang panjang tebing tidak dipertandingkan, karena kendala Tuan rumah mungkin ya mungkin belum punya venue dengan standar international gitu terpaksa belum dipertandingkan gitu,” jelas Ferry.

Tinggalkan Komentar