Sabtu, 21 Mei 2022
20 Syawal 1443

Tiga Saham Pilihan di Tengah Tekanan Jual yang Melanda IHSG

Tiga Saham Pilihan di Tengah Tekanan Jual yang Melanda IHSG - inilah.com
Foto: Inilah.com/Didik Setiawan

Hingga penutupan sore nanti, laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpeluang masih berada dalam tekanan jual. Namun, tiga saham mendapat rekomendasi positif dari analis. Apa saja?

Pada akhir perdagangan sesi pertama hari ini, IHSG berakhir melemah 2,12% ke level 6.671,52. Investor asing tercatat melakukan net sell hingga Rp320.12 miliar di pasar reguler.

Adapun 5 saham yang paling banyak asing beli adalah PT Adaro Energy Indonesia Tbk (ADRO), PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG), PT Astra International Tbk (ASII), PT Vale Indonesia Tbk (INCO) dan PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM).

Sedangkan 5 saham yang ramai asing jual adalah PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI), PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA), PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) dan PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG).

Nilai tukar rupiah terhadap Dolar AS siang ini berakhir melemah ke level 14.587 ketimbang hari sebelumnya di level 14.555. Sementara yield Surat Utang Negara (tenor 10 tahun) berakhir turun ke level 7,512% dari 7,523% pada hari sebelumnya.

Baca juga
Kaesang Ungkap Jokowi Mengeluh Capek, 'Sudah Enggak Kuat Lagi'

Inflasi AS Jadi Momok bagi Pelaku Pasar

Hendry Andrean, analis riset OCBC Sekuritas mengatakan, IHSG kembali mengalami koreksi signifikan pada perdagangan sesi pertama hari ini. “IHSG kali ini berakhir melemah hingga 2% lebih mengikuti tren pelemahan bursa regional Asia lainnya,” katanya dalam ulasan yang rilis di Jakarta, Kamis (12/5/2022) siang.

Pelemahan tersebut, kata dia, merespon pelemahan lanjutan bursa AS semalam. “Pelemahan bursa AS semalam dipicu oleh masih tingginya inflasi di AS,” ucapnya.

Meski terlihat melambat di level 8,3% yoy pada bulan April ketimbang 8,5% yoy di bulan Maret, angka inflasi tersebut masih melebihi ekspektasi konsensus yang memperkirakan inflasi akan melambat ke 8,1% yoy.

Kondisi ini, menurut Hendry, membuat investor kembali mengkhawatirkan akan adanya potensi kebijakan hawkish The Fed yang lebih kuat ke depannya. Pada pertemuan The Fed terakhir, Bank Sentral AS itu sudah meningkatkan kenaikan tingkat suku sebesar 50 bps dari hanya menaikkan 25 bps pada pertemuan sebelumnya.

Baca juga
Inilah Saham-saham Pilihan Selasa, 8 Maret 2022

Secara teknikal, ia menjelaskan, IHSG juga terlihat masih membentuk black marubozu yang menandakan tekanan jual masih cenderung menguat. “Kondisi ini kami perkirakan berpeluang membuat IHSG masih akan melanjutkan tren pelemahannya di sesi kedua,” ungkap dia.

“Level support kami perkirakan berada di level 6.640 bagi IHSG.”

Tiga Saham Pilihan di Sesi Kedua Perdagangan

Di atas semua itu, dia menyodorkan beberapa saham pilihan sebagai bahan pertimbangan para pemodal dalam transaksi saham hari ini. Saham-saham tersebut adalah:

  1. PT Vale Indonesia Tbk (INCO)

“Saham INCO kami perkirakan berpeluang untuk bergerak dalam tren menguat terutama jika saham ini mampu terus bergerak di atas level support kritikal 6.400,” ujarnya.

Baca juga
Bukit Asam-Jasa Marga Bergandengan Bangun PLTS Dukung Presidensi G20 Indonesia

Secara teknikal, support berada di 6.400 dan resistance 7.975. Rekomendasi speculative buy untuk INCO di level 6.750-7.050.

  1. PT Allo Bank Indonesia Tbk (BBHI)

“Saham BBHI kami perkirakan berpeluang untuk bergerak dalam tren menguat terutama jika BBHI mampu terus bergerak diatas level support kritikal 5.825,” ungkap dia.

Secara teknikal, support berada di 5.825 dan resistance di 7.300. Rekomendasi speculative buy untuk BBHI di level 6.100-6.450.

  1. PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA)

“Saham PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) kami perkirakan berpotensi melanjutkan tren konsolidasi-nya, namun level 4.340 kami perkirakan berpeluang untuk menjadi level support kuat,” tuturnya.

Secara teknikal, support berada di 4.340 dan resistance di 4.930. Rekomendasi buy on weakness untuk MDKA di level 4.340-4.350.

Disclaimer: Pelajari dengan teliti sebelum membeli atau menjual saham. Inilah.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan atau kerugian yang timbul. Keputusan investasi ada di tangan investor.

Tinggalkan Komentar