Rabu, 18 Mei 2022
17 Syawal 1443

Tiga Saham Pilihan saat Pasar Mulai Cium Potensi Resesi AS

Pasar Saham Mulai Cium Potensi Resesi AS, Tiga Saham Disodorkan - inilah.com
Foto: Inilah.com/Didik Setiawan

Setelah mencapai rekor tertinggi sepanjang sejarah di 7.072, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berbalik melemah. Pasar mulai mencium potensi resesi di AS dan merespons negatif kenaikan kasus COVID-19 di China. Namun, ada tiga saham yang disodorkan sebagai bahan pertimbangan.

Pada akhir perdagangan sesi I hari ini IHSG berakhir melemah 0,10% ke level 7.042,21. Investor asing tercatat melakukan net buy hingga Rp494,87 miliar di pasar reguler.

Adapun 5 saham yang paling banyak asing beli adalah PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI), PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI), PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM), PT Vale Indonesia Tbk (INCO) dan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI).

Sedangkan 5 saham yang ramai asing jual adalah PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG), PT Bukalapak.com Tbk (BUKA), PT Bukit Asam Tbk (PTBA), PT Adaro Energy Indonesia Tbk (ADRO) dan PT United Tractors Tbk (UNTR).

Baca juga
Airlangga: Kampus Jadi Cikal Bakal Startup Sukses

Nilai tukar rupiah terhadap Dolar AS siang ini berakhir melemah ke level 14,366 ketimbang hari sebelumnya di level 14.362. Sementara yield Surat Utang Negara (tenor 10 tahun) naik ke level 6,841% dari 6,817% pada hari sebelumnya.

Hendry Andrean, analis riset OCBC Sekuritas mengatakan IHSG kembali mencetak intraday tertinggi yang baru pada perdagangan sesi pertama hari ini. “Namun, indeks gagal untuk mempertahankan pembukaan positifnya dan berbalik dengan penutupan melemah,” katanya dalam riset yang rilis di Jakarta, Selasa (29/3/2022) siang.

Pembalikan arah IHSG ini, kata dia, tampaknya terpengaruh oleh sentimen negatif dari eksternal, yaitu AS dan China. “Sementara nihilnya sentimen dari domestik membuat IHSG pada akhirnya tidak mampu mempertahankan momentum positifnya,” papar dia.

Sentimen negatif dari AS timbul terpicu oleh investor yang khawatir akan adanya ancaman resesi ekonomi di negara tersebut. Hal ini ditandai dengan selisih yield antara US Treasury 5 tahun dan 30 tahun yang sudah menunjukkan angka negatif.

Baca juga
Ancaman Inflasi Global Gerus Nilai Tukar Rupiah

Sedangkan sentimen negatif dari China timbul menyusul kembali naiknya kasus COVID-19 di negara tersebut. Menurut perkiraan, ini bisa mempengaruhi laju pertumbuhan ekonomi negara tersebut.

“Berdasarkan sentimen negatif yang mendominasi tersebut, IHSG kami perkirakan berpeluang untuk melanjutkan tren negatif-nya pada perdagangan sesi kedua dengan potensi level support kami perkirakan akan berada di level 7.010,” ungkap Hendry.

Tiga Saham Pilihan Sesi Kedua

Di atas semua itu, dia menyodorkan beberapa saham pilihan sebagai bahan pertimbangan para pemodal dalam transaksi saham sesi kedua hari ini. Saham-saham tersebut adalah:

  1. PT Mitra Keluarga Karyasehat Tbk (MIKA).

“Saham MIKA kami perkirakan berpeluang untuk bergerak dalam tren menguat terutama jika MIKA mampu terus bergerak di atas level support kritikal 2.200,” ujarnya.

Secara teknikal, support berada di 2.200 dan resistance 2.460. Rekomendasi speculative buy untuk saham MIKA di level 2.230-2.270.

Baca juga
Warga AS Banyak Kena PHK, Presiden Biden Pening Tunjangan Pengangguran Naik

2. PT Siloam International Hospitals Tbk (SILO)

“Saham SILO kami perkirakan berpeluang untuk bergerak dalam tren menguat terutama jika SILO mampu terus bergerak di atas level support kritikal 7.475,” tuturnya.

Secara teknikal, support berada di 7.475 dan resistance 8.400. Speculative buy untuk SILO di level 7.675-7.800.

  1. PT Ace Hardware Indonesia Tbk (ACES)

“Saham ACES kami perkirakan berpeluang untuk bergerak dalam tren menguat terutama jika saham ini mampu terus bergerak di atas level support kritikal 1.000,” ucapnya.

Secara teknikal, support berada di 1.000 dan resistance di 1.120. Rekomendasi speculative buy untuk ACES di level 1.020-1.045.

Disclaimer: Pelajari dengan teliti sebelum membeli atau menjual saham. Inilah.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan atau kerugian yang timbul. Keputusan investasi ada di tangan investor.

Tinggalkan Komentar