Selasa, 29 November 2022
05 Jumadil Awwal 1444

Tim Pencari Fakta Diberi Waktu Maksimal Sebulan Usut Tragedi Kanjuruhan

Senin, 03 Okt 2022 - 21:38 WIB
Suporter Arema FC saat memasuki lapangan setelah tim yang didukungnya kalah dari Persebaya dalam pertandingan sepak bola BRI Liga 1 di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur, Sabtu malam (1/10/2022). (Foto: Antara)
Suporter Arema FC saat memasuki lapangan setelah tim yang didukungnya kalah dari Persebaya dalam pertandingan sepak bola BRI Liga 1 di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur, Sabtu malam (1/10/2022). (Foto: Antara)

Tim Gabungan Independen Pencari Fakta (TGIPF) diberi waktu maksimal sebulan untuk mengusut Tragedi Kanjuruhan yang menewaskan 125 orang. Tim nantinya akan menghasilkan sebuah rekomendasi.

“Bekerja dua minggu paling lama satu bulan,” kata Menteri Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD dalam pernyataannya secara virtual, Senin (3/10/2022).

Mahfud merupakan ketua TGIPF. Tim ini memiliki wakil ketua, sekretaris dan 13 anggota.

Mahfud menjelaskan, hasil investigasi serta rekomendasi nantinya akan disampaikan kepada Presiden Joko Widodo. Selain kepada presiden, Mahfud menyinggung hasil investigasi juga akan disampaikan kepada organisasi sepak bola secara menyeluruh.

Tidak hanya itu, nantinya tim ini juga berkemungkinan menemukan pelaku yang dapat ditindak pidana.

Baca juga
Rangkaian Penembakan Massal Terjadi Lagi di AS, Sembilan Tewas di Tiga Kota

“Kedua mungkin saja dari hasil TGIPF ditemukan pelaku-pelaku tindak pidana selain yang dilakukan oleh Polri secara justicia. Mungkin saja nanti ditemukan hal yang pelakunya lebih besar. Bukan pelaku di lapangan, nanti ini tentu akan disalurkan lagi oleh polri untuk diproses secara hukum,” terang Mahfud.

Bahkan, Mahfud juga menegaskan, apabila ada permasalahan terkait uang dalam Tragedi Kanjuruhan, TGIPF akan menyampaikan kepada KPK agar segera ditindaklanjuti.

Mahfud menambahkan, TGIPF mulai bekerja besok dengan menyusun pertemuan dan membagi tugas ke beberapa anggotanya untuk menemui pihak-pihak terkait. “Soal memanggil siapa itu besok akan dibicarakan,” tegas Mahfud.

Baca juga
Warga Bekasi Tewas Tersambar Petir saat Kemping di Puncak

Gas Air Mata

Kericuhan terjadi usai pertandingan BRI Liga 1 musim 2022/2023 antara Arema FC melawan Persebaya Surabaya dengan skor akhir 2-3 di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Sabtu malam (1/10/2022).

Usai pertandiangan, sejumlah suporter turun ke lapangan dan diadang petugas keamanan yang berjaga. Suasana semakin ricuh ketika pihak kepolisian menembakkan gas air mata ke arah penonton.

Berdasarkan data terakhir yang sudah terverifikasi, jumlah total korban tragedi di Stadion Kanjuruhan meninggal dan luka-luka sebanyak 448 orang. Adapun rinciannya 125 orang meninggal dunia, 302 orang mengalami luka ringan, dan 21 luka berat.

Baca juga
Kondisi Sangat Tak Stabil, Korban Tragedi Kanjuruhan Masih Dirawat di ICU 

 

Tinggalkan Komentar