Rabu, 17 Agustus 2022
19 Muharram 1444

Tim Prabowo-Hatta Minta Publik Tunggu Hasil di KPU

Kamis, 10 Jul 2014 - 03:05 WIB
Penulis : Ajat Muhammad Fajar
Juru debat nasional Prabowo-Hatta Syaifulah Tamliha

INILAHCOM, Jakarta - Kubu Prabowo Subianto dan Hatta Rajasa meminta publik untuk bersabar menunggu rekapitulasi resmi dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) terkait hasil Pilpres 2014.

Sebab, KPU baru akan mengeluarkan hasil rekapitulasi penghitungan manual pada 22 Juli mendatang.

Juru debat nasional Prabowo-Hatta Syaifulah Tamliha mengatakan, sikap ini untuk menjaga situasi agar tidak ada pihak saling mengklaim kemenangan yang didasari hasil quick count yang berbeda.

"Masyarakat sebaiknya menunggu hasil resmi KPU pada 22 Juli nanti. Karena yang menjadi pegangan adalah hasil KPU, bukan hasil lembaga survei," kata Tamliha di Jakarta, Rabu (9/7/2014).

Menurutnya, apa yang dilakukan oleh kubu Jokowi-Jusuf Kalla (JK) mendeklarasikan kemenangan dianggap tidak mencerminkan sikap kenegarawanan. Karena, KPU belum melakukan perhitungan resmi soal Pilpres.

"Belum apa-apa mereka telah deklarasikan diri menang di pilpres. Ini tidak negarawan, dan tidak siap menang-siap kalah. Mereka takut bila pada 22 Juli, Prabowo-Hatta lah yang menang. Maka mereka munculkan hasil hitung cepat, dan lakukan deklarasi kemenangan dulu. Tujuannya, masyarakat terpengaruh opini itu. Jikalau 22 Juli Prabowo-Hatta yang menang, mereka bisa beralasan," ujarnya.

Tamliha melanjutkan, sikap yang dilakukan oleh kubu Prabowo-Hatta akan mendeklarasikan diri setelah ada keputusan resmi dari KPU pada 22 Juli 2014 nanti. Hal ini dilakukan bukan karena Prabowo-Hatta kalah, tetapi karena menghargai KPU yang akan melakukan rekapitulasi.

Tamliha juga menyatakan, hasil hitung cepat yang dilakukan lembaga survei validitasnya masih diragukan. Mengingat, sejumlah lembaga survei kerap keliru bahkan salah memprediksi hasil pemilihan legislatif, dan pemilihan kepala daerah.

"Waktu Pileg 2014 kemarin saja, Saiful Mujani Research and Consulting mengatakan di Dapil Kalimantan Selatan, PPP hanya raih 1 kursi. Buktinya, PPP dapat 2 kursi. Mereka juga prediksi Parpol Islam, seperti PPP, PAN, dan PKS tidak lolos Pileg, buktinya nihil sama sekali,” ujar Wasekjen DPP PPP ini.

Tamliha mengatakan, hasil hitung cepat lembaga survei yang saling berbeda menimbulkan keresahan di masyarakat. Ia menilai masyarakat terpecah pada dua informasi antara Prabowo-Hatta yang menang, dan Jokowi-JK yang menang. Hal ini, sangat berpotensi menimbulkan kericuhan di tengah masyarakat.

“Karenanya, masyarakat sebaiknya tidak mempercayai begitu saja hasil hitung cepat tersebut. Semua elemen masyarakat baiknya menunggu hasil penghitungan suara yang dilakukan KPU," tandasnya.[ris]