Minggu, 25 September 2022
29 Safar 1444

Timnas dan Liga Bentrok Kepentingan, Klub Kena Imbasnya

Rabu, 26 Jan 2022 - 11:41 WIB
Penulis : Ibnu Naufal
Timnas Liga - inilah.com
Foto PSSI

Jadwal uji coba timnas Indonesia vs Timor Leste di FIFA Matchday pada Kamis (27/1) dan Minggu (30/1), di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Bali, bentrok dengan laga Liga 1 2021/2022 . Situasi tersebut tak lepas dari penundaan jadwal laga uji coba.

Bentrokan jadwal, yang berpotensi memberikan kerugian kepada klub, tidak bisa terelakkan mengingat durasi kompetisi yang sudah amat padat karena harus berakhir paling lambat 31 Maret 2022.

Pekan ke-21 Liga 1 akan dibuka oleh laga Persiraja Banda Aceh melawan Persela Lamongan, Rabu (25/1/2022) ini, lalu laga terakhir pekan itu ialah duel antara Persib Banding dan Persikabo 1973 yang berlangsung pada Sabtu (30/1/2022). Sehari berselang atau pada Minggu, Persija Jakarta akan berhadapan dengan Persiraja sebagai partai pembuka pekan ke-22. Pertarungan klub di pekan ke-22 akan berlangsung hingga Kamis (3/2/2022).

Dengan kondisi itu, 26 pemain tim ”Garuda” yang tengah menjalani pemusatan latihan sejak akhir pekan lalu berpotensi absen di dua laga klubnya. Hal itu apabila menghitung kebutuhan tubuh setiap pemain untuk pulih secara fisik dan mental yang memerlukan masa istirahat dua hingga tiga hari.

Baca juga
Persija Akui Masih Butuh Osvaldo Haay untuk Pertarungan di Liga 1

Direktur Utama PT Liga Indonesia Baru Akhmad Hadian Lukita mengungkapkan, kompetisi musim ini sudah tidak bisa lagi dihentikan karena jadwal sudah padat. Dengan durasi waktu yang tinggal menyisakan 10 pekan, semua klub masih menyisakan masing-masing 14 pertandingan.

”Jadwal liga sudah sangat padat sehingga tidak bisa lagi ada penundaan laga. Kalau sampai kami lakukan penundaan, akan berdampak panjang karena kami dengan klub sudah sepakat liga harus rampung di akhir Maret. Salah satunya, hal itu disebabkan mayoritas kontrak pemain berdurasi hingga Maret 2022,” kata Lukita di Jakarta, Selasa.

Apabila satu pekan saja mundur, tambahnya, hal itu akan membuat klub harus menegosiasikan ulang kontrak dengan pemain. Di sisi lain, penundaan liga berpotensi memundurkan pula rencana kompetisi musim 2022-2023. Pada bulan April, idealnya klub sudah tidak bisa efektif melakukan persiapan karena telah memasuki bulan Ramadhan.

”Untuk mengubah jadwal, banyak variabel yang harus kami pertimbangkan untuk membuat jadwal baru, seperti masa pemulihan pemain hingga potensi berdampak pada persiapan liga musim depan. Kami berencana memulai liga edisi 2022-2023, Juni mendatang, dan tentu akan mempertimbangkan kalender laga internasional FIFA,” ujar Lukita.

Baca juga
Tegas, Ketum PSSI Pastikan Timnas Tak Akan Pakai Ban Kapten Pelangi

Lebih lanjut, ia menjelaskan, pelaksanaan laga di pekan ke-21 dan ke-22 yang berbarengan dengan agenda uji coba internasional timnas juga sudah mendapat persetujuan dari semua klub. Ia mencontohkan, pada hari pertandingan, yaitu 27 Januari, tidak ada pertandingan. Sementara pada 30 Januari hanya ada laga antara Persija dan Persiraja.

Dari kedua tim itu, hanya Persija yang menyumbang pemain untuk Garuda, yakni Syahrian Abimanyu. Syahrian baru direkrut Persija dari juara Liga Malaysia, Johor Darul Ta’zim, di bursa transfer pertengahan musim, awal Januari lalu.

”Kami mendukung laga timnas, misalnya dengan meliburkan liga pada Piala AFF 2020 dan sempat menunda laga tim, seperti Persebaya Surabaya, Bali United, dan Arema FC, untuk memberi kesempatan pemain tampil setelah kembali dari Piala AFF. Namun, karena perubahan aturan karantina, pemain itu tetap tidak bisa tampil di laga tunda pekan ke-17 lalu,” ucapnya.

Baca juga
Indonesia Vs Timor Leste: Fisik Pemain Masih Perlu Digenjot

Koordinator Save Our Soccer Akmal Marhali menilai, wajar ada beberapa klub yang protes ketika agenda timnas bentrok dengan jadwal kompetisi. Menurut dia, hal itu menunjukkan bahwa PSSI dan PT LIB belum bisa mengatasi satu masalah mendasar di sepak bola nasional yang berkaitan dengan sinkronisasi jadwal.

”Jangan dulu berekspektasi tinggi terhadap kualitas kompetisi dan prestasi timnas selama problem mendasar itu belum bisa diselesaikan. PSSI dan PT LIB harus jeli mengatur jadwal timnas dan kompetisi agar tak bentrok lagi demi memenuhi tujuan liga untuk mengangkat kualitas timnas,” kata Akmal.

Tinggalkan Komentar